Indonesia Borong Tiga Gelar Juara Vietnam International Challenge 2019

15 April 2019 Indonesia Borong Tiga Gelar Juara Vietnam International Challenge 2019

Tiga gelar berhasil dimenangkan Indonesia di ajang Vietnam International Challenge 2019. Gelar pertama datang dari laga all Indonesian final antara Firman Abdul Kholik dan Chico Aura Dwi Wardoyo yang akhirnya dimenangkan oleh Firman dengan skor 21-16, 21-7.

Pasangan ganda putri Nita Violina Marwah/Putri Syaikah mempersembahkan gelar kedua setelah mengalahkan Hsieh Pei Shan/Lin Xiao Min (Taiwan), dengan skor 21-19, 21-16. Sedangkan gelar ketiga datang dari pasangan ganda putra Kenas Adi Haryanto/Rian Agung Saputro usai melewati laga rubber game melawan Kang Min Hyuk/Kim Jae Hwan (Korea), dengan skor 21-19, 15-21, 21-18.

"Gelar ini sangat berarti buat saya, untuk meningkatkan rasa percaya diri saya. Saya mau mengejar ketertinggalan dari teman-teman saya," ujar Firman saat dihubungi di Hanoi.

"Di final tadi melawan Chico, karena sudah sama-sama tahu kelemahan masing-masing, jadi tadi saya hanya fokus saja mainnya, jangan sampai membuat kesalahan sendiri," kata Firman.

Sementara itu, pasangan Nita/Putri berhasil meraih gelar ketiga mereka. Sebelumnya, Nita/Putri juga menjadi juara di Iran International Challenge dan Dutch Open 2019.

"Yang pasti senang bisa juara untuk ketiga kalinya. Di pertandingan tadi kami bisa fokus satu demi satu poin. Pola main kami sama dengan kemarin, defense balik serang. Kami mainnya lebih tenang dan lebih sabar," ujar Nita saat diwawancara Badmintonindonesia. org.

Indonesia merebut tiga gelar juara di turnamen berhadiah total 25 ribu Dollar AS ini. Dua gelar lainnya diraih Jepang lewat pasangan ganda campuran Hiroki Midorikawa/Natsu Saito dan pemain tunggal putri Hirari Mizui.

Sumber : BadmintonIndonesia. org

Fajar/Rian Rebut Ranking 6 Bulutangkis Dunia

10 April 2019 Fajar/Rian Rebut Ranking 6 Bulutangkis Dunia

Berdasarkan ranking dunia terbaru di pekan 15 yang diterbitkan Federasi Bulutangkis Dunia atau BWF, Rabu 10 April 2019, Fajar/Rian naik dua peringkat dari posisi 8 ke ranking 6 dunia.

Ranking Fajar/Rian melonjak drastis setelah koleksi poinnya meningkat dari 67.855 menjadi 70.515. Kenaikan peringkat ini terjadi karena juara Swiss Open 2019 ini tampil cukup baik Malaysia Open 2019. Di turnamen BWF Super 750 itu Fajar/Rian berhasil lolos ke partai semifinal.

Ranking 6 dunia sebelumnya berada di tangan Han Chengkai/Zhou Haodong. Duo China ini meninggalkan ranking 6 dunia karena mereka juga naik ke peringkat 5 dunia.

Sementara itu, peringkat 8 yang sebelumnya ditempati Fajar/Rian kini diisi Kim Astrup/Anders Skaarup Rassmussen. Wakil Denmark ini baru saja terlempar dari ranking 7 dunia.

Berada di posisi 6 dunia memang bukan pertama kali dialami Fajar/Rian. Mereka juga pernah bertengger di peringkat ini pada Desember 2018.

Sumber : viva.co .id
Photo : badmintonindonesia. org

Jadwal Badminton Malaysia Open 2019 Siaran Langsung & Live Streaming TVRI

2 April 2019 Jadwal Badminton Malaysia Open 2019 Siaran Langsung & Live Streaming TVRI

Berikut jadwal dan daftar pebulutangkis dari Indonesia yang tampil dalam Malaysia Open 2019.

Malaysia Open 2019 akan dilaksanakan di Stadion Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada 2-7 April. Turnamen Badminton bergengsi level super 750 ini menyediakan total hadiah uang sebesar 700.000 dolar AS.

Pertandingan badminton Malaysia Open akan disiarkan TVRI Nasional mulai 4-7 April 2019 atau saat memasuki babak 16 besar. Bisa ditonton langsung di televisi maupun live streaming di TVRI.

Malaysia Open merupakan salah satu turnamen dengan kelas tertinggi karena berlevel 750. Itulah mengapa banyak peserta dari berbagai negara ikut berpartisipasi dalam ajang ini.

Indonesia menurunkan para pemain-pemain terbaiknya dalam ajang  ini. 14 wakil termasuk The Minions atau Marcus Gideon/Kevin Sanjaya di nomor ganda putra.

Berikut daftar nama wakil Indonesia:

Tunggal Putra :
Jonatan Christie
Tommy Sugiarto
Anthony Sinisuka Ginting

Tunggal Putri :
Gregoria Mariska Tunjung
Fitriani Fitriani

Ganda Putra :
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto
Ricky Karanda Suwardi/Angga Pratama
Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
Berry Angriawan/Hardianto

Ganda Putri :
Anggia Shitta Awanda/Pia Zebadiah Bernadet
Della Destiara Haris/Tania Oktaviani Kusumah
Yulfira Barkah/Jauza Fadhila Sugiarto
Ni Ketut Mahadewi Istarani/Rizki Amelia Pradipta
Greysia Polii/Apriyani Rahayu
Agatha Imanuela/Siti Fadia Silva Rahmadhanti

Ganda Campuran :
Ronald/Annisa Saufika
Alfian Eko Prasetya/Marsheilla Gischa Islami
Tontowi Ahmad/Winny Oktavina Kandow
Hafiz Faizal/Gloria Imanuelle Widjaja
Ricky Karandasuwardi/Pia Zebadiah Bernadet
Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti
Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari

Para pemain Indonesia harus bekerja keras sejak awal turnamen untuk mengejar gelar juara. Pada babak pertama Malaysia Open 2019, Pasangan Marcus/Kevin akan menghadapi Lee/Wang.

Lee/Wang adalah pasangan ganda putra yang berhasil memenangi India Open 2019 kemarin saat menghadapi ganda putra dari Indonesia Ricky/Angga.

Di sektor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting yang menempati unggulan ke-7 akan ditantang wakil Jepang di laga pembuka, Kenta Nishimoto.

Jika mampu melewati pertandingan pertama, Antony Sinisuka Ginting sudah ditunggu pemenang Rasmus Gemke (Denmark) vs Lee Hyun Il (Korea).

Tantangan cukup berat bagi Ginting jika terus melaju, ia diprediksi akan melawan unggulan kedua asal China Shi Yuqi pada perempat final.

Tak kalah berat, Juara Asian games 2018 Jonatan Christie akan ditantang Brice Leverdez (Prancis) di laga pembuka dan diprediksi bisa memetik kemenangan untuk lolos ke babak kedua.

Di babak kedua inilah ujian sebenarnya dari Jojo, ia harus dihadapkan dengan pemenang unggulan ke-1 dunia asal Jepang, kento Momota.

Di babak pertama, Kento Momota diprediksi akan dengan mudah melaju ke babak kedua melawan wakil Denmark, Jan O Jorgensen.


Sumber : Tribunjateng/vbp

Greysia/Apriyani Pertahankan Gelar di India

1 April 2019 Greysia/Apriyani Pertahankan Gelar di India

Indonesia meraih satu gelar juara dari ajang India Open 2019 BWF World Tour Super 500 yang dilangsungkan di New Delhi. Gelar juara datang dari pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang mengalahkan Lee Meng Yean/Chow Mei Kuan (Malaysia), dengan skor 21-11, 25-23.

Greysia/Apriyani mempertahankan gelar juara yang mereka raih tahun lalu. Diakui Greysia/Apriyani, gelar ini sangat berarti bagi mereka. Apalagi dalam beberapa turnamen belakangan, mereka belum dapat mencapai hasil maksimal. Di German Open 2019 yang merupakan turnamen level Super 300, Greysia/Apriyani terhenti di perempat final, begitu juga di All England 2019 yang berlangsung setelahnya.

"Puji Tuhan akhirnya kami bisa menembus juara dulu, paling tidak buat menambah kepercayaan diri kami, supaya nggak down. Tujuannya dari awal memang itu, biar percaya diri, soalnya kami memang sempat menurun pedenya," kata Greysia kepada Badmintonindonesia.org.

"Kemarin-kemarin kami sempat kehilangan rasa percaya diri. Sesudah tanding di Eropa, kami banyak berkomunikasi internal berdua dan juga bersama koh Didi (Eng Hian). Perubahannya adalah mulai bisa mencari cara mengembalikan rasa percaya diri dan percaya satu sama lain. Kami juga tidak mau ambil pusing dengan hal-hal eksternal," ungkap Greysia.

"Saya merasa terpacu untuk ke depannya, semoga membaik, dari kepercayaan diri, performance, dan pasti akan selalu ada PR buat saya dan kak Greys. Kami bersyukur tapi tidak mua puas dengan hasil ini," sebut Apriyani.

Dalam pertandingan yang berlangsung sebanyak dua game, Greysia/Apriyani menang mudah di game pertama. Namun game kedua mesti dilewati mereka dengan susah payah lewat adu setting yang sengit.

"Waktu memimpin itu kami kurang agresif, mainnya malah jadi pasif. Seperti mau dapat poin gampang, soalnya di game pertama menangnya jauh. Padahal lawan kan juga nggak mau kalah, memangnya mereka mau memberi kemenangan begitu saja? Ini PR buat kami, dan harus bisa antisipasi di pertandingan-pertandingan selanjutnya," beber Greysia soal pertandingan final.

Malam ini juga, Greysia/Apriyani langsung bertolak ke Kuala Lumpur untuk mengikuti turnamen selanjutnya, Malaysia Open 2019.

"Walaupun baru menang di India Open kali ini, kami belum apa-apa. Harapan di Malaysia Open, kami mau yang terbaik dulu. Kami juga berharap lebih siap lagi menghadapi lawan, terutama pasangan-pasangan Jepang yang memang tak mudah untuk kami kalahkan," kata Apriyani soal Malaysia Open.

Sementara itu, dua wakil Indonesia harus puas dengan hasil sebagai runner up. Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dikalahkan unggulan pertama dari Tiongkok, Wang Yilyu/Huang Dongping, dengan skor 13-21, 11-21.

Di nomor ganda putra, pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi belum berhasil menaklukkan Lee Yang/Wang Chi-Lin (Taiwan). Dalam laga puncak, Angga/Ricky dikalahkan dengan skor 14-21, 14-21.

Sumber : badmintonindonesia. org
Photo: Badminton Photo

Comeback Manis Antar Praveen/Melati Jadi Semifinalis India Open 2019

29 March 2019 Comeback Manis Antar Praveen/Melati Jadi Semifinalis India Open 2019


Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti harus berjuang keras saat tampil pada partai perempat final India Open 2019, Jumat (29/3/2019).

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang datang sebagai unggulan kelima turnamen dipaksa bermain tiga gim saat bertemu dengan Rodion Alimov/Alina Davletova (Rusia).

Meski sempat kehilangan gim pertama, Praveen/Melati mampu membalikkan keadaan dan akhirnya berhasil memenangkan laga perempat final India Open 2019 tersebut.

Pertandingan yang berlangsung di KD Jadhav Indoor Hall, New Delhi, India, itu akhirnya tuntas dengan skor 19-21, 22-20, 21-13.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil membuka laga dengan mencetak dua angka beruntun tanpa balas.

Akan tetapi, Rodion Alimov/Alina Davletova mampu bangkit dan memberikan perlawanan sehingga pertandingan berjalan menjadi lebih seru.

Bahkan ganda campuran peringkat ke-35 dunia asal Rusia itu mampu unggul 11-9 pada saat gim pertama memasuki interval.

Setelah interval, tren positif yang didapat Alimov/Davletova ternyata terus berlanjut meski Praveen/Melati sempat sekali menyamakan kedudukan menjadi 12-12.

Rodion Alimov/Alina Davletova pun sukses memanfaatkan momentum yang mereka dapat untuk menutup gim pertama dengan keunggulan 21-19.

Seolah tak ingin mengulang kesalahan yang sama, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti langsung tancap gas pada awal gim kedua.

Ganda campuran peringkat 15 dunia ini mampu unggul cukup jauh pada saat interval dengan skor 11-7.

Selepas jeda, keunggulan Praveen/Melati pupus saat Alimov/Davletova mampu mencetak lima angka beruntun yang membuat mereka berbalik unggul 17-16.

Setelah itu kedua pasangan kembali terlibat duel alot dan silih berganti memimpin perolehan poin yang terus berlanjut hingga masa kritis.

Praveen/Melati yang sempat tertunggal 19-20 mampu membalikkan keadaan dengan mencetak tiga angka beruntun yang membuatnya unggul 22-20 sekaligus memaksa terjadinya rubber game.

Memasuki gim ketiga, Praveen/Melati yang seolah sudah menemukan ritme permainan terbaiknya mampu tampil dominan.

Ganda campuran peringkat 15 BWF asal Indonesia ini mampu unggul 11-7 pada saat interval meski sempat berduel alot di awal gim.

Setelah berpindah sisi lapangan permainan, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti makin leluasa mengengalikan jalannya laga.

Wakil Merah Putih ini seolah tak memberi banyak kesempatan bagi Rodion Alimov/Alina Davletova untuk kembali mengembangkan permainan dan mengancam posisi mereka.

Hingga akhirnya, raihan tiga angka berturut-turut di akhir laga membuat Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menutup gim ketiga dengan skor 21-13.

Sumber : bolasport. com

Jadwal Sirnas 2019

27 March 2019 Jadwal Sirnas 2019

Kejuaraan bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2019 siap digelar di 8 kota, yakni Purwokerto, Palembang, Bandung, Banjarmasin, Jakarta, Mataram, Manado, dan Madiun. Kejuaraan tersebut akan dimulai pada bulan April hingga November mendatang.

Jadwal itu disepakati setelah PBSI menandatangani MoU (memorandum of understanding) dengan para calon tuan rumah penyelenggara kompetisi Djarum Sirkuit Nasional 2019. Yang dimana acara penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Hotel Sultan, pada tanggal 26 Januari 2019 yang lalu.

Selain penandatanganan nota kesepahaman, PBSI juga memberikan sosialisasi mengenai tata cara dan aturan penyelenggaraan sirkuit nasional. Selain itu, dijabarkan pula ketentuan-ketentuan yang terkait dengan sponsorship.

"Selain penandatanganan MoU, kami sengaja mengumpulkan calon tuan rumah dan menginformasikan tentang tata cara serta hak kewajiban pengurus pusat maupun pelaksana. Perlu ada kejelasan terkait persiapan lapangan pertandingan atau hak-hak sponsor,"kata Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal PP PBSI yang memimpin acara.

Tempat penyelenggaraan sirkuit nasional masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, kecuali Jawa Timur yang tahun ini akan menghelat sirkuit nasional di kota Madiun.

"Kalau kota penyelenggara masih mengulang-ulang saja yang sebelumnya, yang baru itu di Jawa Timur, lokasinya di Madiun. Tahun ini juga ada peningkatan biaya pendaftaran baik di sirnas premier maupun sirnas A. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pembiayaan pelaksanaan sirnas," tambah Budiharto.

Lebih lanjut, ia berharap agar penyelenggaraan sirkuit nasional tahun ini bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Agar semua pihak yang mendukung terselenggaranya sirkuit nasional bisa terpuaskan, baik atlet yang bertanding, sponsor yang dengan setia mendukung kompetisi, agar kerjasama PBSI dengan para pelaku bulutangkis bisa lebih baik lagi.

Berikut jadwal penyelenggaraan Djarum Siurkuit Nasional 2019:

  • 1-6 April 2019 : Djarum Sirkuit Nasional Premier Jawa Tengah: Purwokerto
  • 22-27 April 2019 : Djarum Sirkuit Nasional Sumatera Selatan: Palembang
  • 24-29 Juni 2019 : Djarum Sirkuit Nasional Premier Jawa Barat: Bandung
  • 29 Jul - 3 Agustus 2019 : Djarum Sirkuit Nasional Kalimantan Selatan: Banjarmasin
  • 12-17 Agustus 2019 : Djarum Sirkuit Nasional Premier DKI Jakarta: Jakarta
  • 2-7 September 2019 : Djarum Sirkuit Nasional NTB: Mataram
  • 14-19 Oktober 2019 : Djarum Sirkuit Nasional Sulawesi Utara: Manado
  • 11-16 November 2019 : Djarum Sirkuit Nasional Premier Jawa Timur: Madiun

Sumber : Djarumbadminton. com

Son Wan Ho Cidera, Tendon Archiles Kaki Pecah

26 March 2019 Son Wan Ho Cidera, Tendon Archiles Kaki Pecah

Cedera yang dialami tunggal putra andalan Korea Selatan, Son Wan Ho, ternyata cukup parah. Pemegang ranking 6 dunia itu hari ini, Selasa 26 Maret 2019, harus menjalani operasi.

Asosiasi Bulutangkis Korea Selatan menyebutkan, juara Malaysia Masters 2019 itu harus terpaksa masuk ruang operasi di salah satu rumah sakit di Kota Incheon. Son dioperasi karena tendon archiles kaki kirinya pecah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, pecahnya tendon archiles Son Wan Ho akibat tumpuan kaki yang tak seimbang usai melompat melepaskan smes saat bertanding di di Badminton Gymnasium, Miryang, Gyeongsang, Korsel.

Seperti diketahui, Son mengalami cedera ketika bertanding melawan Lee Hyun Il di Liga Bulutangkis Nasional 2019. Peristiwa itu terjadi di gim kedua. Di gim sebelumnya tak terjadi apapun, bahkan di merebut kemenangan.

Untuk sementara ini, Son dipastikan absen di turnamen BWF Super 750, Malaysia Open 2019. Dalam hasil undian BWF, sedianya Son akan bertemu tunggal putra Jepang, Kenta Tsuneyama.

Sumber : viva. co. id