Rian Sukmawan Berpulang, Bulutangkis Indonesia Berduka

29 February 2016 Rian Sukmawan Berpulang, Bulutangkis Indonesia Berduka

Indonesia kembali kehilangan atlet berprestasinya. Adalah, Rian Sukmawan mantan pebulutangkis nasional yang dipanggil Tuhan Yang Maha Kuasa, Sabtu (27/2) malam.

Rian yang tampil di ganda putra bersama Rendra Wijaya itu dikabarkan, meninggal akibat serangan jantung usai menjalani latihan bulutangkis rutinnya. Kabarnya, Rian yang wafat dalam usia 31 tahun itu memang telah lama diketahui mengalami sakit jantung.

"Saat latihan,  dia (Rian) sudah bilang capek. Terus dia ke lapangan tenis sendiri tidak pakai baju tiduran. Dicari selama satu jam tidak ada yang tahu,  tau-tahu, sudah lemas denyut nadinya, lemah dan tidak, ada nafas langsung di bawa ke rumah, sakit," cerita Rosyita Eka,  pebukutangkis nasional diakun, media sosial Path-nya.

Semasa hidupnya, Rian pernah meraih juara  bersama Yonathan Suryatama Dasuki di Indonesia Surabaya Challenge 2007 dan, jadi finalis Indonesia Grand Prix Gold 2010. Bersama Rendra Wijaya, dia juara White Nights 2011 dan juara Victor Indonesia International Challenge 2011.

Rian yang pergi meninggalkan satu istri dan satu anak itu kini aktif sebagai pemain profesional di klub asalnya sejak tak lagi aktif di pelatnas. Dia adalah, pebulutangkis yang terkenal dengan gayanya yang nyentrik di lapangan.

Rian adalah sosok yang ramah dan sangat, bersahabat, termasuk kepada media. Bersama Rendra,  dia kerap kali bertukar sepatu kanan dan kiri serta teriakan-teriakan provokasi kepada lawan yang membuat setiap pertandingan yang dilakoninya meriah.

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi pun mengucapkan rasa duka atas kehilangan insan olahraga nasional tersebut.

"Saya ikut beduka cita mendalam atas kepergian Rian Sukmawan semoga mendapt tempat termulia disisi-NYA," sebut Imam, Minggu (28/2).

"Kita kehilangan pebulutangkis nyentrik yang tidak hanya memberi penampilan terbaiknya yang mengesankan, juga karena cara komunikasi dia dengan penonton yang begitu atraktif. Semoga terus menginspirasi pebulutangkis yunior lainnya. Selamat jalan Rian, tenanglah disana," pungkas Imam.

Sumber: Djarumbadminton. com

BAC Akan Buat Piala Bergilir Kualifikasi Piala Thomas dan Uber

25 February 2016 BAC Akan Buat Piala Bergilir Kualifikasi Piala Thomas dan Uber


Federasi Bulu Tangkis Asia (BAC) sepanjang pekan lalu telah sukses menggelar Kualifikasi Piala Thomas dan Uber. Seperti diketahui, Indonesia berhasil menjadi juara di Kualifikasi Piala Thomas, dan Tiongkok menjadi yang terbaik di Kualifikasi Piala Uber.

Meski turnamen tersebut baru saja selesai digelar, persiapan untuk edisi berikutnya sudah dilakukan sejak dini. Ketua BAC, Anton Subowo mengatakan, dirinya akan mempersiapkan sebuah piala bergilir untuk Kualifikasi Piala Thomas dan Uber tersebut.

"Kami akan menyiapkan piala bergilir masing-masing untuk Piala Thomas dan Piala Uber. Ini adalah piala yang pertama kali diberikan, sejak diadakannya kualifikasi Piala Thomas & Uber Asia,” ujar Anton dalam rilis resmi PBSI kepada MSports.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras yang sudah dilakukan oleh panitia untuk membuat turnamen ini berjalan lancar dan sukses," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP PBSI tersebut memberi selamat kepada Tim Thomas Indonesia. Dia menilai prestasi yang ditorehkan Hendra Setiawan dkk begitu membanggakan.

“Selamat kepada Tim Kualifikasi Piala Thomas yang telah berhasil keluar sebagai juara. Ini adalah suatu prestasi yang membanggakan bagi insan perbulutangkisan di Indonesia dan tentunya juga bagi seluruh masyarkat Indonesia. Terimakasih karena prestasi kalian telah mengharumkan nama bangsa dan mengibarkan bendera merah putih ,” pungkas Anton.


Sumber: Msport. net
Foto: Badmintonindonesia. org