Debby Susanto, Pebulutangkis Putri yang Pantang Menyerah

22 April 2016 Debby Susanto, Pebulutangkis Putri yang Pantang Menyerah

Debby Susanto saat ini sudah tidak asing lagi di telinga pecinta bulutangkis dunia. Meski belum banyak mengantongi gelar juara, namun Debby adalah sosok yang tepat di tengah-tengah mandetnya bulutangkis Tanah Air.

Perempuan 26 tahun ini berhasil membukukan satu gelar juara dan satu gelar runner-up Super Series. Gelar juara tersebut berhasil disabet Debby kala bertanding di ajang All England 2016. Bersama Praveen Jordan, Debby sukses mempersembahkan satu-satunya gelar juara All England kepada Indonesia tahun ini.

Sementara di level Grand Prix, Debby berhasil mengantongi dua gelar juara dan delapan gelar runner-up. Selama ini, Debby sudah dua kali berganti pasangan. Sebelum berpasangan dengan Praveen Jordan, Debby bermain di sektor ganda campuran bersama dengan Muhammad Rijal hingga 2013.

Meski telah mengantong beberapa gelar juara, namun tampaknya, Debby tidak dapat melupakan kemenangannya di babak semifinal Jerman Terbuka Junior 2007. Meski tidak meraih kemenangan, namun kompetisi tersebut adalah kompetisi pertama Debby di tingkat internasional.

Debby dikenal sebagai pebulutangkis yang tenang dan pantang menyerah. Sebagai pebulutangkis muda, Debby dan Praveen kerap berhadapan dengan pebulutangkis-pebulutangkis ternama dunia. Kendati demikian, Debby tidak pernah menunjukkan sikap pesimis dan selalu berhasil tampil maksimal.

Hingga saat ini, Debby dan Praveen masih duduk di peringkat delapan dunia dengan raihan 68302 poin. Keduanya juga diproyeksikan tampil di Olimpiade menemani seniornya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Sumber: sports.okezone. com