Praveen/Debby Penasaran Patahkan Keangkeran Istora

12 May 2016 Praveen/Debby Penasaran Patahkan Keangkeran Istora

Praveen Jordan/Debby Susanto tak menganggap Istora sebagai kandang yang angker. Kendati bukan pasangan utama yang dipatok target, keduanya bertekad tampil habis-habisan di BCA Indonesia Open Super Series Premier (BIOSSP). 

PP PBSI menargetkan tiga gelar di Indonesia Terbuka 2016 yang dimulai 30 Mei sampai 5 Juni. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari tetap menjadi harapan utama untuk menyumbangkan titel. 

Tapi melonjaknya prestasi Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon yang juara di India Terbuka Super Series dan sukses Praveen/Debby di All England membuat PBSI juga berharap besar kepada dua ganda tersebut. Mereka digadang-gadang mencatatkan hasil sip di Jakarta. 

"Kalau PBSI ke kitanya lebih enggak membebani, hanya atlet dan pelatih diminta bekerjasama buat mempersiapkan Indonesia Open ini dimulai dari sekarang," kata Praveen, ketika ditemui di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (11/5/2016). 

Meski begitu, Baik Praveen dan Debby menyadari dirinya tidak ingin hanya menjadi partisipan di ajang tersebut. Mereka bertekad menjawab tantangan PBSI dengan menargetkan bisa memberikan yang terbaik di ajang nanti. 

"Kami berani jawab tantangan yang diberikan. Hanya kami minta dukungan yang terbaik tidak hanya di All England tapi di Indonesia Open apalagi ini tuan rumah. Jadi kami harap bisa memberikan yang terbaik di ajang ini," kata Debby. 

Mereka juga tidak khawatir dengan kesan 'angker' yang selama ini disematkan publik kepada Istora. Sebaliknya, mereka ingin lebih menikmati permainan di Indonesia Open. Data dan fakta menunjukkan jika sudah dua tahun belakangan ini tuan rumah selalu puasa gelar di Indonesia Terbuka. 

"Kalau dibilang angker enggak. Mungkin ada pemain kita yang belum tembus untuk juara karena terlalu kepingin. Siapa sih yang tidak ingin menjadi juara di publik sendiri? Maka itu, kami ingin lebih menikmati permainan di sana saja. Kami tentu ingin berikan yang terbaik, cuma jangan terlalu menggebu-gebu juga, takutnya tidak bisa kontrol dan imbasnya tidak bisa baik," ungkap Debby. 

Sumber: detik. com