Tim Bulutangkis Indonesia Telah Tiba di Brazil

30 July 2016 Tim Bulutangkis Indonesia Telah Tiba di Brazil

Puluhan orang sudah menunggu para duta Indonesia di Olimpiade 2016. Mereka menunggu kedatangan tim bulutangkis yang akan bertanding di Olimpiade 2016.

Setibanya di bandara, para pemain dan ofisial tim langsung mendapat sambutan hangat dari pendukung yang merupakan warga Indonesia yang tinggal di Sao Paolo. Para pemain pun langsung menjadi sasaran foto bersama dari para pendukung ini.

Tommy Sugiarto, Liliyana Natsir dan Mohamad Ahsan menjadi favorit pendukung untuk berfoto bersama. Meskipun tampak letih, para pemain dengan senyum melayani para pendukung yang menyambut mereka di bandara.

Rombongan tim akan kembali melakukan persiapan akhir di Sao Paolo, sebelum menjalani pertandingan di olimpiade 2016. Rencananya, persiapan di Brasil ini akan memasuki persiapan akhir para pemain seperti recovery dan pematangan strategi.

Sumber: indosport

PBSI Siapkan Bonus Olimpiade Untuk Atlet dan Jajaran Tim Support

29 July 2016 PBSI Siapkan Bonus Olimpiade Untuk Atlet dan Jajaran Tim Support

Bonus spesial sebesar Rp. 1 Miliar sudah disiapkan oleh PP PBSI untuk peraih medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Sedangkan peraih perak dan perunggu masing-masing akan dikucuri bonus sebesar Rp. 500 juta dan Rp. 250 juta.

Keberhasilan atlet juga didukung oleh jajaran tim support yang memberikan dukungan langsung kepada atlet selama persiapan menuju olimpiade. Oleh karenanya, tim support pun dinilai layak untuk diapresiasi.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Rexy Mainaky dan tim Binpres akan diberi Rp. 1 Miliar untuk raihan emas, Rp. 500 juta untuk perak dan Rp. 250 juta untuk perunggu. Sedangkan Kasubid Pelatnas Ricky Soebagdja juga masuk dalam susunan penerima bonus Rp. 500 juta untuk medali emas, Rp. 250 juta untuk medali perak, serta Rp. 125 juta untuk medali perunggu.

Sementara itu, tim pelatih juga akan menerima bonus atas kerja keras mereka mengantarkan atlet menuju podium olimpiade. Pelatih teknik dan asisten pelatih teknik masing-masing akan mendapat Rp. 500 juta dan Rp. 250 juta jika anak didiknya mendapat medali emas. Sedangkan pelatih fisik juga akan dihadiahi bonus sebesar Rp. 250 juta untuk medali emas. Tim pendukung seperti tim medis (dokter & suster), ahli pijat, ahli nutrisi serta fisioterapis juga rencananya bakal diberi bonus sebesar Rp. 200 juta untuk raihan emas.

“Kami akan mengapresiasi prestasi yang sudah dicapai oleh para pemain. Para juara akan diberi bonus, begitu pula pelatih dan tim support yang telah mendukung atlet. Ini adalah bentuk penghargaan kami atas kerja keras mereka,” ucap Gita Wirjawan, Ketua Umum PP PBSI.

Selain bonus spesial, tim juga akan menerima bonus rutin yang memang sudah diterapkan sejak awal kepengurusan Gita. Untuk setiap pencapaian milestone yang sudah ditetapkan di awal tahun, atlet dan tim pelatih akan diganjar bonus. Olimpiade Rio de Janeiro 2016 tentunya menjadi target utama di tahun ini, bonus pun sudah menanti atlet dan pelatih.

Bagi atlet yang menjuarai olimpiade akan mendapat bonus Rp. 100 juta (per orang) untuk atlet tunggal, dan Rp. 75 juta untuk atlet ganda. Pelatih dan asisten pelatih sektor yang juara, akan diberi bonus sebesar tiga kali gaji. Pelatih fisik yang menangani atlet yang juara mendapat bonus satu setengah kali gaji. Sedangkan pelatih teknik, asisten pelatih teknik dan pelatih fisik sektor lain di pelatnas akan diberi bonus satu kali gaji.

 

Berikut konsep lengkap pemberian bonus Olimpiade Rio de Janeiro 2016

1. Atlet
Emas: 1 Miliar | Perak: 500 Juta | Perunggu: 250 Juta.


2. Kabid Binpres
Emas: 1 Miliar | Perak: 500 Juta | Perunggu: 250 Juta.


3. Kasubid Pelatnas

Emas: 500 Juta | Perak: 250 Juta | Perunggu: 125 Juta.


4. Kepala Pelatih Teknik

Emas: 500 Juta | Perak: 250 Juta | Perunggu: 125 Juta. 


5. Asisten Pelatih Teknik

Emas: 250 Juta | Perak: 125 Juta | Perunggu: 62,5 Juta.


6. Pelatih Fisik Yang Menangani Atlet Olimpiade

Emas: 250 Juta | Perak: 150 Juta | Perunggu: 75 Juta.


7. Ahli Pijat, Fisiotrapis, Ahli Nutrisi dan Tim Medis (Dokter + Suster)

Emas: 200 Juta | Perak: 100 Juta | Perunggu: 50 Juta.


Keterangan :

-       Nilai bonus untuk atlet adalah per orang

-       Bonus untuk Ahli Pijat, Fisioterapis, Ahli Nutrisi, Tim Medis (Dokter + Suster) akan diatur dengan kebijakan khusus lebih lanjut. 

Sumber: badmintonindonesia. org

Lin Dan Kecewa Lihat Lapangan Bulutangkis Olimpiade

28 July 2016 Lin Dan Kecewa Lihat Lapangan Bulutangkis Olimpiade

Pada saat bersaing di turnamen Brasil Open Grand Prix, November lalu, Lin Dan berharap ingin tahu lebih banyak tentang tempat dan iklim di Stadion Riocentro-Paviliaon 4. Lapangan itu akan dijadikan tempat pertandingan bulutangkis Olimpiade 2016 bulan depan.

Dilansir dari Badminton Planet, Minggu (24/7), superstar Tiongkok itu justru mengaku sangat kecewa setelah melihatnya. Dia kecewa karena beberapa fasilitas, termasuk kursi yang digunakan sangat terbatas. Di lapangan itu kursi yang dipakai tidak lebih dari 500 unit.

Tidak hanya itu, tunggal putra peraih dua medali emas Olimpiade tersebut juga mengeluhkan tempat penonoton yang hanya terdiri dari lapisan tempat duduk.

Namun demikian, Kepala Humas dan Sosial Media Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Yuni Kartika mengatakan, sampai saat ini tim bulutangkis Indonesia belum memiliki kesempatan untuk memeriksa secara rinci tentang Riocentro.

“Kami belum mencoba memerika Stadion Riocentro-Pavilion 4, karena itu kami tidak dapat mengomentarinya,” kata Yuni.

Stadion tersebut memiliki ukuran 23.000 meter persegi, ketinggian langit-langit dari lantai setinggi 12 meter dan dilengkapi kecepatan sistem pendingin. Aturan itu sebelumnya juga sudah cocok untuk pertandingan bulutangkis.

Sumber: analisadaily

Inilah Hasil Drawing Bulu Tangkis di Olimpiade Rio de Janeiro 2016

27 July 2016 Inilah Hasil Drawing Bulu Tangkis di Olimpiade Rio de Janeiro 2016

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah melakukan babak undian atau drawing untuk Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Dua wakil Indonesia di sektor ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto berada di grup yang berbeda. Hal tersebut berdasarkan peraturan yang sudah ada.

Praveen/Debby tergabung dengan unggulan pertama asal Tionkok, Zhang Nan/Zhao Yunlei di Grup A. Sementara Tontowi/Liliyana di Grup C bersama wakil Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying.

Di ganda putri, pasangan Nitya Krishinda/Greysia Polii tergabung di Grup C. Lawan terberat di fase grup ini bisa dikatakan berasal dari Malaysia, yakni Vivian Kan Mun Hoo/Woon Khe Wei.

Hasil undian yang cukup berat didapat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan di ganda putra. Pasangan tersebut akan menghadapi Chai Biao/Hong Wei dan Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa di Grup D.

Linda Wenifanetri yang menjadi wakil di tunggal putri tergabung di Grup J. Linda akan bertemu Nozomi Okuhara asal Jepang dan Vu Thi Trang asal Vietnam.

Wakil Indonesia di tunggal putra, Tommy Sugiarto masuk di Grup J. Nantinya, Tommy akan bertemu wakil Amerika Serikat, Howard Shu, dan Osleni Guerrero asal Kuba.

Ruselli Hartawan Kembali ke Platnas

26 July 2016 Ruselli Hartawan Kembali ke Platnas

Nama Ruselli Hartawan kembali masuk ke dalam susunan pemain tunggal putri Pelatnas PBSI. Pemain asal klub Jaya Raya ini dipanggil ke pelatnas berdasarkan Surat Keputusan No. SKEP/038/0.5/VII/2016 tentang Pemanggilan Atlet Bulutangkis Masuk Pelatnas PBSI.

Penampilan Ruselli di sejumlah kejuaraan membuatnya dianggap layak menjadi bagian tim nasional. Pada ajang Smiling Fish International Challenge 2016 di Trang, Thailand. Ruselli tampil cukup baik dengan meraih tempat kedua setelah di final ia dikalahkan Dinar Dyah Ayustine, dengan skor 10-21, 14-21.

Sepekan kemudian, Ruselli tampil di Seleknas Tunggal Putri PBSI 2016. Meskipun Ruselli tak menempati posisi puncak, namun sepanjang proses seleksi, Ruselli menunjukkan semangat juang yang tinggi. 

Pada kejuaraan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2016, Ruselli yang tak dijagokan, harus berjumpa dengan Li Xuerui, pemain asal Tiongkok yang merupakan unggulan ketiga. Meskipun dihadapkan dengan peraih medali emas Olimpiade London 2012 tersebut, namun Ruselli tetap berusaha untuk mencuri kemenangan. Ruselli akhirnya dikalahkan Li usai berjuang rubber game dengan skor 21-16, 8-21, 11-21.

“Ruselli kan sudah pernah menjadi atlet pelatnas, ada suatu hal yang membuatnya harus drop out dari pelatnas. Semenjak kembali ke klub, Ruselli menunjukkan hasil yang baik di beberapa turnamen,” ujar Rexy Mainaky, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.

“Sebelum ada seleknas, Ruselli berhasil masuk final di Smiling Fish International Challenge 2106. Saat di seleknas, Ruselli memang kelelahan karena baru pulang dari Thailand. Namun kami menilai daya juangnya bagus, biarpun kalah, tetapi dia berusaha sampai rubber game. Dari sini kami lihat bahwa dia layak masuk pelatnas,” tambah Rexy saat diwawancara Badmintonindonesia.org.

Ruselli pernah menjadi penghuni pelatnas pada tahun 2013. Pada pertengahan tahun 2014, Ruselli terpaksa dipulangkan ke klubnya. Selama dua tahun di Jaya Raya Jakarta, Ruselli mencatat prestasi yang cukup baik. 

“Saya senang sekali diberi kesempatan lagi masuk pelatnas. Saya akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Menjadi bagian timnas membuat kesempatan saya semakin besar untuk jadi pemain dunia. Bukannya mengecilkan latihan di klub, tetapi di pelatnas latihannya lebih intensif, konstan dan banyak sparring juga,” ujar Ruselli yang akrab disapa Mey-mey ini.

Sumber: badmintonindonesia. org

Persiapan Akhir Pasukan Bulutangkis Sebelum ke Olimpiade

25 July 2016 Persiapan Akhir Pasukan Bulutangkis Sebelum ke Olimpiade

Tak ada ketegangan berarti di dalam hall latihan pelatnas bulutangkis. Para pemain yang akan menuju Olimpiade 2016 Rio de Janeiro asyik menjalani program latihan bersama pelatihnya masing-masing.

Tak banyak rutinitas yang berbeda di pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (22/7/2016). Para pemain memulai latihan sesuai jadwal masing-masing kategori.

Di nomor ganda campuran misalnya. Tontowi Ahmad berpasnagan dengan Gloria Emanuelle Widjaja menghadapi Richard Mainaky sang pelatih, yang berpasangan dengan Ronald Alexander. Sementara di lapangan lain, Liliyana Natsir bermain game dengan para pemain lain. 

Mendekati pukul 10.00 WIB, Liliyana mengubah menu latihan. Dia memainkan game 2-1. Berpasangan dengan Vita Marissa, Butet--sapaan karib Liliyana--men-drill bola-bola depan melawan Debby Susanto yang juga akan ke Olimpiade.

"Para pemain masih berlatih dalam intensitas tinggi. Melihat apa saja yang perlu dibenahi," kara Rexy Mainaky, ketua bidang pembinaan dan prestasi PP PBSI.

Bukan cuma soal teknik dan fisik yang digenjot, tapi mental para pemain juga tengah diasah. Psikolog dari Satuan Pelaksana (Satlak) Program Indonesia Emas (Prima) Rachman Widohardhono yang mendampingi para pemain sejak beberapa waktu lalu.

Usai latihan games itu, Tontowi, Liliyana, Richard, dan Rachman duduk lesehan dan berbincang.

"Pak Rachman hadir di waktu latihan sesuai permintaan pelatih. Perannya cukup bagus selama mendampingi Owi dan Butet. Bisa menembak tepat ke sasaran untuk membangkitkan motivasi pemain," kata Richard.

Nah, penurunan latihan akan dilakukan di Sao Paulo, Brasil. Bulutangkis akan terbang ke Sao Paulo bersama rombongan besar pada 27 Juli.

"Jadi pemilihan tanggal itu bukan soal tanggal bagus atau apa, he he he. Tapi dari perhitungan, itu durasi yang tepat untuk adaptasi, termasuk mengatasi jetlag. Diperhitungkan pada H-3 para pemain sudah ada dalam top performa," kata Rexy.

Hari ini, jadwal latihan pelatnas tak hanya pagi hari. Tapi, para pemain akan menjalani latihan sore. Tunggal putri malah sudah memulai latihan pukul 13.00 tadi. 

Sumber: detik. com

Kilas Balik Olimpiade 2004: Kiprah Memukau Taufik Hidayat

23 July 2016 Kilas Balik Olimpiade 2004: Kiprah Memukau Taufik Hidayat

Pencapaian prestasi kontingen Indonesia di kancah Olimpiade kerap menemui masa pasang surut. Namun, cabang bulutangkis tetap menjadi andalan bagi pasukan Merah Putih merebut medali dalam ajang multievent olahraga sejagat raya tersebut.

Jelang bergulirnya Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, pada Agustus mendatang, patut disimak seperti apa torehan prestasi tim bulutangkis Indonesia pada perhelatan Olimpiade Athena 2004 silam. Namun, pencapaian tim bulutangkis di ajang ini harus mengalami penurunan.

Sektor ganda putra yang pada 4 tahun sebelumnya di Sydney sukses mempersembahkan medali emas lewat Candra Wijaya/Tony Gunawan, di tahun ini justru gagal mempertahankan prestasi tersebut dan hanya menyumbang perunggu dari pasangan Eng Hian/Flandy Limpele. Performa mengesankan justru ditampilkan tunggal putra yang mampu mendulang satu emas dan satu perunggu.

Taufik Hidayat mencuat sebagai penyelamat kontingen Merah Putih dengan raihan medali emasnya usai mengandaskan pemain Korea Selatan, Shon Seung-mo di partai final, 15-8 dan 15-7. Sony Dwi Kuncoro yang saat itu baru berusia 20 tahun juga berhasil merebut perunggu bagi Indonesia.

Bagi Taufik, prestasi tersebut seolah menjadi pembuktian terbesar bagi dia yang sebelumnya gagal di babak perempatfinal Olimpiade Sydney 2000. Juga mulai lepasnya gelar Piala Thomas pada 2004 setelah dalam genggaman Indonesia dalam 5 edisi sebelumnya.

Selain itu, sangat disayangkan juga bahwa di tahun ini prestasi pemain tunggal putri Indonesia mulai menurun. Alhasil dalam Olimpiade Athena 2004 ini, skuad Merah Putih tidak mengirimkan satu pun wakil di nomor tunggal putri.

Pada keikutsertaannya tersebut, Indonesia secara keseluruhan mengirim sebanyak 38 atlet dari 15 cabang olahraga. Nama-nama atlet legendaris Tanah Air pun turut memperkuat kontingen Indonesia saat itu seperti Krisna Bayu (judo), Supriyati Sutono (atletik), I Gusti Made Oka Sulaksana (layar) dan Angelique Widjaja (tenis).

Selain bulutangkis, cabang lain yang juga merebut medali adalah angkat besi lewat lifter putri Lisa Rumbewas. Ia membawa pulang medali perak dari nomor 53 kg putri.

Berikut perjalanan skuad bulutangkis Indonesia di Olimpiade Athena 2004:

Tunggal putra:

Taufik Hidayat
R32 : 15-8 15-10 Hidetaka Yamada [JPN]
R16 : 11-11 7-15 9-15 Choong Hann Wong [MAS]
QF : 15-12 15-12 Peter Hoeg Gade [DEN]
SF : 15-9 15-2 Boonsak Ponsana [THA]
Final : 15-8 15-7 Shon Seung Mo [KOR]

Sony Dwi Kuncoro
R32 : 15-6 9-15 15-8 Muhammad Roslin Hashim [MAS]
R16 : 15-7 15-6 Jim Ronny Andersen
QF : 15-13 15-4 Park Tae Sang [KOR]
SF : 6-15 15-9 9-15 Shon Seung Mo [KOR]
Perebutan medali perunggu : 15-11 17-16 Boonsak Ponsana [THA]

Ganda putra:

Eng Hian/Flandy Limpele
R32 : Bye
R16 : 15-7 15-12 Anthony Clark/Nathan Robertson [GBR]
QF : 15-1 15-10 Kim Yong Hyun/Yim Bang Eun [KOR]
SF : 8-15 2-15 Ha Tae Kwon/Kim Dong Moon [KOR]
Perebutan medali perunggu : 15-3 15-7 Jens Eriksen/Martin Lundgaard Hansen [DEN]

Sigit Budiarto/Trikus Haryanto
R32 : 11-15 15-13 8-15 Michal Logosz/Robert Mateusiak [POL]

Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto
R32 : Bye
R16 : 10-15 11-15

Ganda putri:

Jo Novita/Lita Nurlita
R32 : Bye
R16 : 2-15 15-6 7-15

Ganda campuran:

Anggun Nugroho/Eny Widiowati
R32 : 12-15 15-5 15-7 Nikolaj Zuev/Marina Yakusheva [RUS]
R16 : 2-15 3-15 Chen Qiqiu/Zhao Tingting [CHN]

Nova Widianto/Vita Marissa
R32 : Bye
R16 : 15-8 15-12 Robert Blair/Natalie Munt [GBR]
QF : 12-15 8-15 Jens Eriksen/Mette Schjoldager [DEN]

Sumber: viva. co.id