5 Pelatih Bulutangkis yang Sukses Meraih Medali Emas Olimpiade

19 July 2016 5 Pelatih Bulutangkis yang Sukses Meraih Medali Emas Olimpiade

Sejak diperlombakan pertama kali di ajang Olimpiade Barcelona 1992, cabang bulutangkis Indonesia selalu berhasil menyumbang medali emas.

Di awali Susi Susanti dan Alan Budikusuma, tradisi emas selalu berhasil dipertahankan hingga tahun 2008 oleh Hendra Setiawan/Markis Kido. Sayang, tradisi tersebut sempat terhenti pada Olimpiade 2012 seiring penurunan prestasi cabang tepok bulu.

Keberhasilan-keberhasilan itu juga didasari jerih payah para pelatih. Atas polesan tangan dingin mereka, untuk mencapai prestasi tertinggi terasa lebih mudah. Nama-nama seperti Christian Hadinata, Herry Iman Pierngadi merupakan sosok yang begitu penting atas kesuksesan para atlet meraih medali emas dalam sejarah bulutangkis Indonesia di Olimpiade.

Kini tradisi membawa medali emas ke Tanah Air kembali dibebankan seiring target dua emas kepada cabang bulutangkis. Segenap elemen mengharapkan Indonesia Raya bisa berkumandang di Brasil nanti.

Meski sudah ada beberapa pelatih yang tidak eksis lagi, di Olimpiade 2016 masih terdapat pelatih atau mantan pemain yang terlibat untuk membantu menyukseskan Hendra Setiawan dkk dari balik layar.

Maka dari itu, pengalaman dan wejangan dari mereka diharapkan bisa membantu para atlet untuk meraih medali emas dan mengibarkan bendera Merah putih di Brasil nanti.

Berikut pelatih-pelatih hebat bulutangkis yang berhasil mengantarkan atletnya meraih medali emas di Olimpiade:

1. Tong Sin Fu

Tong Sin Fu adalah pelatih asal China yang mengantarkan Alan Budikusuma merebut medali emas tunggal putra Olimpiade Barcelona 1992. Menariknya, Tong tidak lahir di China melainkan di Teluk Betung, Lampung, Indonesia dengan nama Fuad Nurhadi.

Saat muda Tong sudah hijrah ke China dan menjadi pemain disana. Setelah cukup sukses menjadi pemain dan pelatih, Tong diminta oleh PBSI untuk melatih di Cipayung pada sekitar tahun 1986. Lewat tangan diinginnya, Tong sukses melahirkan para pemain top dunia asal Indonesia seperti Icuk Sugiarto, Hastomo Arbi, Alan Budikusuma, Ardi B. Wiranata, Hariyanto Arbi hingga Hendrawan.

Setelah itu Tong balik ke China dan ukses membesut beberapa tunggal putra menjadi jawara dunia seperti juara dua kali Olimpiade Lin Dan.

2. Christian Hadinata

Legenda hidup bulutangkis Indonesia dengan torehan berbagai gelar bergengsi di dunia ini memiliki panggilan akrab Koh Chris. Di zamannya, Ia merupakan salah satu pemain yang mampu berprestasi di dua nomer, yakni ganda putra dan ganda campuran. Setelah pensiun di usia 37 tahun, peraih gelar juara dunia 1980 ini memutuskan untuk menjadi pelatih.

Pria yang kini menjabat sebagai Direktur Pelatnas PBSI tersebut diketahui telah melahirkan pasangan-pasangan ganda kuat dunia, seperti Ricky Subagdja/Rexy Mainaky, Gunawan/Bambang Supriyanto dan Denny Kantono/Antonius. Puncaknya, Koh Chris mampu mengantarkan Ricky/Rexy meraih emas ganda putra Olimpiade Atlanta 1996.

3. Herry Iman Pierngadi

Herry IP adalah pelatih yang berhasil mengantarkan pasangan ganda putra Tony Gunawan/Chandra Wijaya meraih medali emas Olimpiade Sydney 2000. Koh Herry juga merupakan salah satu pelatih ganda putra tersukses yang dimiliki Indonesia sampai saat ini.

Di Olimpiade 2016, Koh Herry kembali ditantang untuk kembali meraih medali emas lewat Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Meski tidak mudah, pelatih yang sempat gagal di Olimpiade 2012 lalu diyakini bisa mengantarkan Hendra/Ahsan memenuhi target emas.

4. Mulyo Handoyo

Prestasi mengkilap mantan pebulu tangkis nasional Taufik Hidayat tak bisa dilepaskan dari peran penting sosok pelatih bernama Mulyo Handoyo. Pelatih ini diketahui telah melatih Taufik dari muda hingga legenda bulutangkis Indonesia tersebut gantung raket alias pensiun. Ditangan Mulyo, sederet raihan gelar prestisius mampu diraih Taufik termasuk medali emas Olimpiade Athena 2004.

Sebelum sukses di Athena, Taufik pernah dirundung masalah saat sang pelatih tidak menjadi bagian dari pelatnas dan harus hijrah ke Singapura dan berniat mengikuti jejaknya. Namun masalah tersebut bisa segera diatasi dan Mulyo kembali ke Tanah Air hingga pada akhirnya Taufik pun membuktikan ia bisa berprestasi bersama pelatih pilihannya dengan meraih medali emas Olimpiade 2004 dan sederet gelar lainnya.

Dalam perjalanan karirnya, Taufik Hidayat tidak mau dilatih oleh siapapun kecuali oleh Mulyo Handoyo.

5. Sigit Pamungkas

Sigit Pamungkas merupakan pelatih yang berhasil mengantarkan pasangan ganda putra Markis Kido/Hendra Setiawan menjuarai Olimpiade Sydney 2008. Tak hanya itu, Sigit diketahui sebagai sosok yang melahirkan Hendra dan Kido sejak di klub PB Jaya Raya tahun 1998 silam.

Prestasi Sigit  saat menangani Kido/Hendra adalah Juara Dunia 2007, Emas Olimiade 2008 dan Asian Games 2010. Ditangan sigit, Hendra/Markis menjelma menjadi ganda putra nomer satu dunia yang ditakuti oleh lawan-lawannya ketika itu.

Sumber: indosport. com