Beri Jaminan Kesejahteraan, Menpora Diapresiasi Mantan Atlet Olimpiade Indonesia

20 July 2016 Beri Jaminan Kesejahteraan, Menpora Diapresiasi Mantan Atlet Olimpiade Indonesia

Susi Susanti memimpin sejumlah mantan atlet Indonesia yang berprestasi di Olimpiade saat menemui Imam Nahrawi. Selain Susi, nampak Alan Budikusuma, Eddy Hartono, Chandra Wijaya, Trikus, Taufik Hidayat, Deny Kantono, dan Nurfitriyana Saiman.

Kedatangan mereka langsung disambut hangat Cak Imam, sapaan akrab Menpora, di kantornya di bilangan Senayan, Jakarta. Para alumni Olimpiade ini juga menyatakan apresiasi mereka atas sejumlah kebijakan Kemenpora untuk para atlet berprestasi, terutama soal hari tua.

"Para orang tua banyak yang tidak memperbolehkan anak-anaknya menjadi atlet itu karena para orang tua merasa masa depan menjadi atlet tidak ada jaminan," ujar Susi Susanti.

Sejauh ini Imam Nahrawi memang telah mengeluarkan himbauan untuk memperhatikan para atlet berprestasi yang mengaharumkan nama bangsa di kancah internasional. Beberapa diantaranya soal bonus, jaminan hari tua dan disamakannya bonus atlet penyandang disabilitas.

 "Anda semua sudah membuat Indonesia bangga. Dengan kerja keras dan jerih payah yang sudah ditorehkan untuk bangsa Indonesia sudah seharusnya diberikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Dan itu adalah tugas dan tanggung jawab untuk pemerintah," tutur Imam.

Imam juga mengajak para atlet senior untuk bisa membantu para juniornya untuk bisa lebih termotivasi di Olimpiade Rio 2016 mendatang. Imam berharap para duta bangsa bisa bertarung semaksimal mungkin di Brasil untuk membawa harum Indonesia di mata dunia.

Para atlet juga menyerahkan sejumlah benda yang berkaitan dengan prestasi mereka di Olimpiade yang diikutinya. Susi Susanti dan para atlet  memberikan sejumlah foto terkait atlet peraih emas di Olimpiade 1988-2008.  

Sumber: indosport. com