Ratchanok Intanon Bebas dari Tuduhan Doping, Siap ke Olimpiade

18 July 2016 Ratchanok Intanon Bebas dari Tuduhan Doping, Siap ke Olimpiade

Pebulu tangkis putri terbaik Thailand, Ratchanok Intanon akhirnya dibebaskan dari tuduhan doping yang menjerat dirinya beberapa bulan terakhir. Kini, ia bisa bersaing di ajang Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) "membersihkan" Ratchanok Intanon dari tuduhan doping setelah melakukan rapat di Kuala Lumpur, Malaysia pada Sabtu 16 Juli. 

"Tidak ada pelanggaran peraturan yang dilakukan", tulis BWF dalam sebuah pernyataan di laman resmi mereka.

Hal ini membuat Thailand bernapas lega. Pasalnya, pebulu tangkis nomor empat dunia itu harapan Thailand di ajang Olimpiade. 

Hasil pemeriksaan yang menyatakan ia bersih dari doping membuat Ratchanok Intanon terharu. Ia terlihat menagis pada konferensi pers di sebuah hotel di Bangkok, Senin 18 Juli siang WIB. Ia mengatakan akan melanjutkan pelatihan pada Selasa 19 Juli dalam rangka persiapan Olimpiade.

"Ini adalah mimpi saya untuk bersaing di Olimpiade. Saya berterima kasih kepada semua tim yang membantu saya untuk bisa pergi ke sana," kata Ratchanok seperti dilansirbangkokpost, Senin (18/7/2016).

Ratchanok langsung menggeber latihan karena persiapan yang ia lakukan sangat mepet. Sebab, setelah diduga menggunakan doping, ia dipaksa BWF untuk berhenti latihan guna lancarnya penyelidikan pada 10 Juli.

"Saya selalu yakin tidak bersalah. Saya tidak melakukan sesuatu yang salah," sambungnya.

Sebelumnya, Ratchanok diduga menggunakan doping setelah ditemukan zat Triamsinolon Acetonide dalam tubuhnya dalam ajang Piala Uber 2016 di Kunshan, Tiongkok 15-22 Mei. Triamsinolon Acetonide adalah bentuk sintetis dari cortisone, yang digunakan untuk mengobati masalah kulit. Hal ini biasanya disuntikkan, diterapkan sebagai krim atau jika itu adalah masalah wajah bisa dihirup.

Obat ini dikenal sebagai obat terlarang bagi para atlet dan masuk sebagai daftar terlarang Badan Anti-Doping (Wada) ketika disuntikkan ke dalam tubuh. Akan tetapi, tidak pada orang lain.

BWF akhirnya mengelurakan keputusan jika Ratchanok menerima obat itu secara legal. Pernyataan itu membuat tidak ada niat dari pebulu tangkis berusia 21 tahun itu untuk menambah steroid dalam tubuhnya.

Berikut petikan surat pernyataan BWF terkait dibersihkannya Ratchanok dari tuduhan doping:

Ratchanok Intanon dibersihkan dari pelanggaran terkait anti doping.

Sebuah badan doping BWF telah membersihkan Ratchanok Intanon dari setiap pelanggaran peraturan anti doping dan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah mengangkat suspensi sementara yang dikenakan kepadanya empat hari yang lalu dan itu memungkinkan dirinya untuk berpartisipasi dalam kompetisi dengan segera.

Keputusan ini dibuat setelah sidang dipercepat pada 16 Juli 2016 untuk menentukan apakah pemain Thailand telah melakukan pelanggaran peraturan anti doping menyusul Temuan Analitik Merugikan dari sampel urin yang Ratchanok berikan pada 15 Mei di ajang Piala Uber 2016.

Temuan Analitik Merugikan adalah karena ditemukannya asetonid triamsinolon dalam sampel Intanon ini. Triamsinolon acetonide adalah Kelas S9 glukokortikoid dan Zat Tertentu yang dilarang di kompetisi diterbitkan oleh WADA pada 2016 bila diberikan secara oral, intravena, intramuskular, atau dubur.

Selama sidang, yang dilakukan oleh video conference, latar belakang medis atlet dan catatan pengobatan diserahkan ke panel. Bukti ini, bersama-sama dengan kesaksian dari saksi ahli, dilakukan untuk kepuasan panel bahwa substansi diberikan pada 13 Mei 2016, sebelum kompetisi, adalah bagian dari perawatan medis yang sedang berlangsung dari atlet dan bahwa rute pemberian zat itu intra-tendinous.

Panel menyimpulkan bahwa karena cara pemberian bahan dalam proses pengobatan medis intra-tendinous -langkah administrasi resmi- tidak ada pelanggaran terhadap peraturan tersebut dilakukan.

Ratchanok dan Asosiasi Bulutangkis Thailand (BAT) telah diberitahu pada Minggu 10 Juli dari Temuan Analitik Merugikan dan ia sementara ditangguhkan pada tanggal 13 Juli, berdasarkan Pasal 7.9.3 dari Anti-Doping Peraturan BWF, di mana titik yang dipercepat adalah proses mendengar dimulai.

Sumber: metrotvnews. com