Richard Mainaky Kombinasikan Cara Tong Sin Fu dan Christian Hadinata Untuk Program Latihan

29 August 2016 Richard Mainaky Kombinasikan Cara Tong Sin Fu dan Christian Hadinata Untuk Program Latihan

Richard Mainaky dinilai sebagai pelatih bertangan besi yang tak segan memberikan latihan-latihan berat kepada para pemainnya. 

Cobalah bertanya kepada Liliyana Natsir atau Tontowi Ahmad soal yang tak disukai dari Richard. Mereka kompak menjawab: "Latihannya berat!"

Richard mengakui porsi latihan yang diberikan kepada anak asuhnya tak hanya berat tapi super berat. Dia tak pernah menyepelekan kekuatan pemain putri. Dia menganggap pemain putri justru lebih kuat ketimbang para pemain putra. 

"Latihan-latihan yang saya berikan kepada pemain bukan menyiksa lho. Kalau ganda campuran memang harus latihan berat karena satu tim diisi satu pemain putri dan satu putra. Nah, lawan akan selalu menekan dam mengincar pemain putri. Jadi mau tidak mau standar latihan harus tinggi. Kalau yang laki berlatih 200 seri yang cewek juga. Kemampuan fisik para pemain putri mau tidak mau harus sama dengan yang laki-laki," kata Richard dalam obrolan dengan detikSport. 

"Saya memang tidak punya kasihan kepada pemain putri kalau di lapangan. Saya memahami perempuan itu halus, tapi jangan diikuti sebab nantinya mereka malah akan terbawa perasaannya. 

"Kenapa saya kok bisa tega? Karena saya berpengalaman mempunyai anak. Istri saya dan para perempuan lain bisa sembilan bulan mengandung dan bisa melahirkan bayinya. Itu bukti perempuan lebih kuat dari laki-laki," tutur dia. 

Selain itu Richard pernah menyaksikan tangan besi pelatih pelatnas PBSI yang menjadi pelatih tim nasional China, Tong Sin Fu. Dari sosok yang lain, Christian Hadinata, dia mendapatkan cara-cara melatih dengan bersikap kebapakan. 

"Tong Sin Fu adalah pelatih yang otoriter sedangkan Christian bisa menyentuh perasaan paling dalam para pemain. Saya kombinasikan dua hal itu," tutur dia. 

Richard sendiri memang sosok pelatih yang kreatif dan tak mau ketinggalan zaman. Dia piawai mengembangkan variasi latihan untuk para pemainnya. Richard selalu mempunyai metode baru mengikuti perkembangan permainan bulutangkis yang makin cepat. Dia juga cukup terbuka untuk mengajak pihak lain demi prestasi anak asuhnya. 

"Saya sering mengkhayalkan metode-metode latihan baru. Kemudian saya praktikkan. Saya kan bekas pemain, saya kombinasikan pengalaman dan sistem latihan orang luar. Sebisa mungkin semua latihan saya yang terapkan tidak ada yang tidak berfungsi," ucap dia. 

"Menjelang olimpiade saya lihat prestasi Owi dan Butet kurang bagus. Saya libatkan psikolog dari Satlak Prima. Ternyata berhasil bukan," tutur Richard. 

Sumber: detik.sport. com