Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Dua Minggu Dapat Dua Gelar

28 November 2016 Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir Dua Minggu Dapat Dua Gelar

Prestasi menggembirakan berhasil dipetik pasangan ganda campuran terbaik Indonesia, Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir.

Dalam dua minggu berturut-turut, mereka sukses menggondol gelar juara, yaitu pada China Open Super Series Premier dan Hong Kong Open Super Series 2016.

“Kami sangat puas dengan hasil ini. Karena kami bisa merebut dua gelar dalam dua minggu. Dengan kondisi saya yang seperti ini, tentu saya mengucap syukur kepada Tuhan atas prestasi yang kami peroleh,” kata Liliyana.

“Banyak fans dan pendukung Indonesia yang datang memberi semangat. Itu yang membuat kami semakin percaya diri dan semangat lagi. Walaupun kondisi kami nggak cukup baik setelah China Open kemarin,” papar Tontowi.

Hasil ini dikatakan Tontowi/Liliyana sebagai suatu hal yang di luar dugaan. Pasalnya, Liliyana harus mengalami sakit di lutut kanannya, sejak semifinal China Open 2016, pekan lalu. Tontowi/Liliyana bahkan sempat hampir membatalkan partisipasinya di Hong Kong Open, karena cedera Liliyana tersebut.

“Tadinya kami sempat ingin memutuskan untuk mundur setelah Ci Butet (Liliyana Natsir) agak cedera. Kami juga sempat ragu-ragu untuk main di sini. Tapi saya meyakinkan Ci Butet bahwa kami bisa main di sini. Apalagi saya lihat arah angin di lapangan cocok buat kami. Jadi coba aja, kami paksa buat main di sini. Ternyata benar, hasilnya bisa maksimal,” ujar Tontowi.

Liliyana memang mengaku sempat merasa ragu untuk banyak bergerak di lapangan. Namun berkat komunikasi serta kerja sama yang baik ia dan Tontowi, perjuangan mereka akhirnya berbuah hasil manis. Keduanya berhasil tampil maksimal hingga partai puncak selesai.

“Pasti kadang masih takut-takut buat main di lapangan. Tapi saya merasa lebih baik dibanding babak pertama (Hong Kong Open) setelah selesai final di China Open kemarin. Tontowi juga banyak mengcover di lapangan. Komunikasi kami berjalan baik, dan kami terus saling mendukung,” ungkap Liliyana.

Tontowi/Liliyana menjadi kampiun di Hong Kong Coliseum, setelah mengalahkan rekannya sesama Pelatnas PBSI, Praveen Jordan/ Deby Susanto, 21-19 dan 21-17.

Sumber: tribunnews .com

Jaya Raya Raih Piala Susy Susanti

26 November 2016 Jaya Raya Raih Piala Susy Susanti

Tim putri Jaya Raya Jakarta sukses meraih piala Susy Susanti pada ajang Blibli.com Li Ning Superliga Junior 2016. Di partai final yang berakhir malam tadi, Sabtu (25/11), Jaya Raya mengalahkan lawannya, Mutiara Cardinal Bandung 3-1. 

Jaya Raya sempat tertinggal  0-1 terlebih dahulu,  setelah tunggal pertama andalannya, yaitu Gabriela Meilani Moningka gagal menyumbang poin pembuka usai tunduk di tangan wakil Mutiara, Gregoria Mariska dengan kekalahan 21-12, 17-21 dan 19-21. 

Namun tiga wakil Jaya Raya berikutnya,  sukses meraih kemenangan atas wakil-wakil Mutiara. Hal itupun memastikan tim yang melahirkan nama pebulutangkis ganda putri nasional, Greysia Polii tersebut, berhak membawa piala bergilir Susy Susanti, yang untuk pertama kalinya di perebutkan tahun 2016 ini. 

“Sangat senang tentunya dengan hasil ini, biasa kalau pertandingan beregeu suka tegang. Artinya gak boleh ada yang kendor saja tadi di lapangan. Memang yang kita ketahui Mutiara juga sama bagus di beregu putrinya seperti Jaya Raya, untungnya masih banyak atlet-atlet yang kami unggulkan seperti Apriani Rahayu di ganda putri. Prediksi sebelumnya bakal sengit, tetapi di tunggal pertama, Bella (Gabriella)  mampu tampil mengejutkan dengan bisa memberikan perlawanan kepada Gregoria,” ungkap Imelda Wiguna, manajer tim putri Jaya Raya Jakarta. 

“Mereka banyak belajar dari kami yang sudah banyak pengalaman, kami kasih masukan-masukan lewat pengalaman yang kami punya, dan kami ajarkan mereka strategi-strategi seperti apa untuk pertandingan beregu,” tambah Imelda, menceritakan kesuksesan timnya. 

Tak hanya itu, Pitha Haningtyas Mentari, yang merupakan penentu kemenangan tim Jaya Raya bersama pasangannya, Virni Putri mengaku senang bisa menjadi penentu kemenangan bagi tim nya. 

“Senang bisa ngasih poin untuk tim, dan memastikan Jaya Raya bisa mendapatkan gelar juara. Kunci kemenangan tadi kami kompak saja di lapapangan. Game kedua sempat tegang, pengen buru-buru pengen matiin juga, karena game pertama menang jauh. Untungnya di game penentu kami bisa bangkit,” ungkap Mentari. 

Sementara itu, Susy Susanti pun yang secara langsung menyerahkan piala bergilir yang diberi nama dirinya tersebut, mengapresiasi para atlet-atlet putri muda tanah air yang sudah berjuang di turnamen ini. 

“Selamat untuk tim putri Jaya Raya Jakarta. Tentunya adik-adik bisa berprestasi lagi, dan turnamen inipun jadi ajang uji coba untuk adik-adik dalam mengemban tugas nantinya, jika masuk dalam tim nasional di pertandingan beregu. Dan saya melihat di turnamen ini anak-anak perjuangannya luar biasa, mudah-mudahan dari adik-adik ini lahir juara-juara baru yang bisa mengharumkan nama bangsa,” ujar Susy. 

Sementara itu, babak final tim beregu putra yang akan memperebutkan piala bergilir Liem Swie King, antara Exist Jakarta vs Mutiara Cardinal Bandung akan berlangsung besok sore, Sabtu (26/11) pukul 17.00 WIB, di GOR Djarum, Magelang. live streaming dapat disaksikan di www.djarumbadminton.com.  (*) 

 Hasil final tim beregu putri Mutiara Cardinal Bandung vs Jaya Raya Jakarta (Jumat, 25/11) : 
- Gregoria Mariska (Mutiara Cardinal) vs Gabriela Meilani Moningka (Jaya Raya) 12-21, 21-17, 21-19 

- Monika Insany/Yulfira Barkah (Mutiara Cardinal) vs  Apriani Rahayu/Jauza Fadhila Sugiarto (Jaya Raya) 19-21, 18-21 

- Choirunnisa (Mutiara Cardinal) vs  Fatmawati (Jaya Raya) 16-21, 19-21 

- Elizabeth Jovita/Elvira Arumningtyas Mayasari (Mutiara Cardinal) vs  Pitha Haningtyas Mentari/Virni Putri (Jaya Raya) 8-21, 21-17, 13-21 

- Mia Agnia (Mutiara Cardinal) vs Dwi Widyaningrum (Jaya Raya) (Tidak dimainkan)
 

Sumber: bulutangkis. com 

Turnamen Bulu Tangkis Pertamina Open Siapkan Hadiah Besar

25 November 2016 Turnamen Bulu Tangkis Pertamina Open Siapkan Hadiah Besar

Satu turnamen bulu tangkis level nasional akan kembali bergulir awal pekan depan. Pertamina Open 2016 bakal berputar pada Senin (28/11) hingga Sabtu (1/12), di Gelanggang Olahraga (GOR) Tanjung Priok, Sunter, Jakarta Utara. 

Nomor yang dipertandingkan antara lain tunggal dan ganda putra-putri, mulai dari kelompok umur remaja (U-17), taruna (U-19), dewasa, hingga veteran, serta kejuaraan khusus karyawan Pertamina. PT Pertamina (Persero) yang menjadi pemrakarsa turnamen ini bekerja sama dengan PBSI dan menyediakan hadiah total Rp 350 juta.

Ketua Bidang Olahraga Bulutangkis BAPOR (Badan Pembina Olahraga) Pertamina Andria Nusa mengungkapkan ini merupakan kali kesembilan turnamen serupa digelar.

"Kejuaraan ini sekaligus sebagai rangkaian peringatan hari ulang tahun Pertamina yang ke-59 di samping sebagai upaya mendukung program pembinaan PP PBSI. Ini juga bukti komitmen pertamina kepada bulu tangkis yang sampai saat ini masih menjadi satu-satunya tumpuan Indonesia meraih emas di Olimpiade," kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (24/11).

Sebenarnya, Pertamina Open rutin digelar di lapangan bulu tangkis Asia Afrika, Senayan. Namun karena renovasi Kompleks Gelora Bung Karno, hajatan pun dipindah. Andria menilai ada sisi baik dari pemindahan venue ini. Sebab, tak seperti di Asia Afrika, bangku penonton terletak di kedua sisi lapangan.

"Mudah-mudahan banyak yang menyaksikan turnamen ini," kata dia.

Pihak Pertamina berharap banyak pemain nasional yang bisa meramaikan kejuaraan ini. Akan tetapi mereka realistis karena banyak event internasional bulu tangkis tengah bergulir. Andria berharap para pemain lain yang tak ambil bagian di kejuaraan di luar negeri bisa tampil di Pertamina Open.

Kepala Sub Bidang Pelatnas PP PBSI Ricky Soebagdja menyambut positif kejuaraan ini. 

"Menyelenggarakan kejuaraan seperti ini tentu tidak mudah, apalagi dengan jumlah peserta yang cukup banyak. Tapi bagi PBSI tentu kami berharap dari kejuaraan ini bisa memunculkan bibit-bibit pebulu tangkis baru," ujar Ricky.

Sumber: republika. co. id

Tontowi/Liliyana Terus Melaju Ke Perempat Final Hong Kong Open 2016

24 November 2016 Tontowi/Liliyana Terus Melaju Ke Perempat Final Hong Kong Open 2016

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir belum terbendung. Mereka terus melaju ke babak perempat final Hong Kong Open Super Series 2016, dengan mengalahkan pasangan Jepang, Yuta Watanabe/Arisa Higashino. Skor 15-21, 21-17 dan 21-17 menjadi penanda kemenangan Tontowi/Liliyana.

“Kami menang pengalaman dari lawan. Kami banyak mengakali bola aja, main lebih taktis,” kata Liliyana.

“Game pertama masih takut-takut gerak di lapangan. Tapi masih ke game dua sudah enak mainnya dan nggak berasa. Kami juga semakin yakin, di sisi lain lawan mulai goyang juga,” tambah Liliyana lagi.

Liliyana sempat mengalami sakit pada lutut kanannya, sejak di China Open 2016 pekan lalu. Meski belum pulih benar, Liliyana mengaku sudah bisa mengatasi hal tersebut. 

Selanjutnya di perempat final, Tontowi/Liliyana akan berhadapan dengan pasangan baru Tiongkok, Liu Cheng/Li Yinhui. Mereka berharap bisa bermain maksimal dan kembali mendapatkan kemenangan.

“Kami berusaha maksimal aja. Apalagi Ci Butet (Liliyana Natsir) belum pulih sempurna. Kami akan main seperti tadi aja, banyak berpikir di lapangan. Kami akan memanfaatkan angin yang kebetulan cocok sama pukulan kami,” ungkap Tontowi.

Ganda campuran masih ada satu wakil lagi yang akan bertanding di babak dua. Praveen Jordan/Debby Susanto akan berhadapan dengan kombinasi baru, ganda campuran asal Jepang, Yugo Kobayashi/Misaki Matsutomo.

Sumber: badmintonindonesia. org

Winda Puji Hastuti Kalahkan Gregoria Mariska di Super Liga U-19

23 November 2016 Winda Puji Hastuti Kalahkan Gregoria Mariska di Super Liga U-19

Tim putri Mutiara Cardinal Bandung telah mengawali laga perdananya di pentas blibli.com Superliga Junior 2016 di GOR Djarum Magelang, Selasa (22/11/2016).

Menghadapi tim Wilayah Jawa Timur (Jatim) - Bali, tim yang digawangi pebulu tangkis tunggal putri Pelatnas Cipayung, Gregoria Mariska ini mampu memetik kemenangan 4-1 atas lawannya tersebut.

Namun, kejutan justru tersaji saat pertandingan pertama tunggal putri, yang mempertemukan Gregoria kontra wakil Wilayah Jatim-Bali, Winda Puji Hastuti.

Tak diduga Gregoria yang di atas kertas lebih diunggulkan dari Winda, justru harus menelan pil pahit usai kalah 20-22 dan 24-22.

Kekalahan itu sangat disesali oleh Gregoria.

“Tadi mainnya saya masih banyak mati sendiri, terus awal game pertama kalah start dan terus ketinggalan. Ketika mau mengejar sudah terlalu kejauhan," ujar Gregoria, dalam rilis yang diterima Tribun Jateng.

Di sisi lain, Sian Sugiarto yang merupakan manajer tim Mutiara Cardinal Bandung mengatakan, kekalahan Gregoria benar-benar di luar dugaan.

“Tadi mestinya Gregoria menang, tetapi tadi terlihat di lapangan dia mainnya belum bisa menemukan feelingnya. Sebelumnya kami memprediksikan bakal menang 4-1 poinnya dari tunggal pertama dan kedua, dan dua ganda. Sedangkan tunggal terakhir justru  kami rasa cukup berat, tetapi malah mampu membuat kejutan,” jelas dia.

Laga  berikutnya yang akan di hadapai oleh tim Putri Mutiara Cardinal Bandung, pada Rabu (23/11/2016), yakni unggulan pertama, Jaya Raya Jakarta.

Menghadapi tim yang paling dijagokan, diakui Sian memang cukup berat.

Namun ia meminta atletnya untuk tetap optimis.

“Jaya Raya memang cukup kuat dan perlu diakui cukup berat bagi kami. Tetapi atlet-atlet kami yang akan diturunkan  harus tetap optimis. Targetnya kami harus bisa mengambil tiga kemenangan dari dua tunggal, dan satu ganda. Semoga di pertandingan berikutnya anak-anak bisa lebih semangat lagi,” kata Sian.

Dengan hasil ini menjadikan Mutiara Cardinal Bandung masih bertengger di posisi kedua Grup X, di bawah Jaya Raya Jakarta, dan di atas  Wilayah Jatim-Bali.

Sumber: tribunnews. com

Kevin/ Gideon Jadi Ganda Putra Masa Depan Indonesia

22 November 2016 Kevin/ Gideon Jadi Ganda Putra Masa Depan Indonesia

Pasangan ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Gideon Marcus Fernaldi, berhasil merebut juara pada turnamen Cina Terbuka Super Series Premier 2016. Ini menjadi gelar pertama buat Kevin/Gideon di turnamen bergengsi Super Series Premier pada Minggu, 20 November 2016.

Pasangan ganda putra masa depan Indonesia itu sebenarnya baru mulai berpasangan tahun lalu. Namun prestasinya langsung melejit dengan merebut berbagai gelar juara. Bahkan sudah empat gelar dikoleksi tahun ini dan satu gelar tahun lalu. “Kami sangat senang bisa menjadi juara di sini. Ini merupakan gelar keempat kami tahun ini setelah dua Super Series dan Grand Prix Gold,” kata Marcus.

Kevin juga menyatakan kegembiraannya karena kali ini mereka merebut gelar di Super Series Premier. “Step by step bisa merebut gelar, kami bisa dapat sedikit-sedikit. Tapi, ya, masih banyak yang harus kami kejar,” kata Kevin, yang tahun lalu menang satu kali di Grand Prix.

Kevin/Gideon dalam laga final Cina Terbuka pada Minggu mengalahkan unggulan keempat, Mathias Boe/Carsten Mogensen. Mereka menang dua game langsung atas pasangan Denmark tersebut dengan skor 21-18 dan 22-20. Marcus dan Kevin mengatakan bahwa kunci kemenangan mereka adalah berusaha tampil sebaik mungkin dan menikmati jalannya pertandingan.

“Walaupun tertinggal perolehan poin, kami terus coba lagi selama pertandingan belum berhenti. Buktinya, kami sudah mau kalah, tapi ternyata masih bisa menang. Jadi coba aja dulu. Kita belum tahu ke depannya ada apa, yang penting berani di lapangan,” kata Gideon, yang berpasangan dengan Markis Kido sebelum dengan Kevin.

Sementara Kevin, yang usianya lebih muda dari Marcus, mengatakan selalu berusaha melakukan yang terbaik dan menikmati permainan. “Kalau dipikir terlalu jauh, sepertinya susah banget untuk bisa menang, tapi ternyata bisa,” ujar pemain berusia 21 tahun asal klub Djarum itu.

Mereka mengaku sempat tegang di poin-poin akhir game kedua. Sudah unggul 20-16, mereka malah tersusul lawan sehingga menjadi 20-20. Beruntung, akhirnya dua poin berikutnya dapat diamankan pasangan Indonesia. “Pas sudah mau menang, saya malah tegang. Takut enggak jadi menang karena ini merupakan pengalaman pertama saya juga di Premier,” kata Kevin, yang ingin tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

Sumber: tempo. co

Tontowi/ Liliyana Susul Kevin/Gideon ke Final China Open SSP 2016

19 November 2016 Tontowi/ Liliyana Susul Kevin/Gideon ke Final China Open SSP 2016

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil menyusul pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon ke final China Terbuka Super Series Premier. Indonesia pun mengirimkan dua wakilnya ke partai puncak turnamen berhadiah USD 700 ribu itu. 

Kepastian ke babak final China Terbuka itu didapatkan Tontowi/Lilyana usai mengalahkan Solgyu Choi/Chae Yoo Jung dari Korea Selatan. Keduanya cuma butuh dua game untuk meraih kemenangan 21-17, 25-23 dalam laga di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Sabtu (19/11/2016). 

Dengan lolosnya Owi/Butet--sapaan karib Tontowi/Liliyana--Indonesia berhasil meloloskan dua wakilnya ke final China Terbuka. Sebelumnya Kevin/Marcus sudah lebih dulu mencapai babak puncak. 

Owi/Butet tinggal menunggu lawan di final yang akan digulirkan Minggu (20/11/2016). Peraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro itu akan menghadapi pemenang antara Ko Sung Hyun/Kim Ha Na dari Korea dengan Zhang Nan Li Yinhui (China). 

Final China Terbuka itu menjadi kesempatan Tontowi/Liliyana untuk naik podium tertinggi pertama kalinya usai Olimpiade Rio. Sebelum menuju Negeri Tirai Bambu, Owi/Butet sempat turun pada Denmark Terbuka Super Series Premier. Mereka terhenti di babak kedua.

Sumber: detik. com