Bintang Baru Bulutangkis Indonesia Bernama Chico

15 November 2016 Bintang Baru Bulutangkis Indonesia Bernama Chico

Dendam itu dibayar tuntas.  Satu kata yang bisa mewakili perjuangan Chico Aura Dwi Wardoyo, tunggal putra Indonesia di pentas World Junior Championship (WJC) 2016. Ajang yang berlangsung di Bilbao, Spanyol itu menjadi pembuktian nyata buat pemuda dari Jayapura yang kini berstatus sebagai pemain klub Exist, Jakarta itu. Dunia bulutangkis Indonesia kini berharap Chico mampu melesat ke panggung akbar bulutangkis dunia, suatu saat nanti.

Ini tidak lain karena Chico sukses melakukan revans atas Lee Zii Jia (Malaysia). Sebab, di nomor beregu, Chico kalah. Namun, di nomor perorangan, Chico membayar lunas kekalahannya dengan kemenangan dua game langsung, 21-19, 21-18. Hasil tersebut membuat Chico memperkecil head-to-head pertemuan di antara mereka, 1-2 masih untuk keunggulan Lee.

Namun, satu hal poin penting yang diperlihatkan Chico adalah daya juangnya yang menepikan kekalahan sebelumnya untuk mengakumulasikan menjadi kemenangan tadi malam (12/11). Pada final hari ini, Chico akan berjumpa wakil Tiongkok, Sun Feixiang.

Sun yang nangkring di peringkat 246 menjadi unggulan kelima pada WJC kali ini. Sedangkan Chico berada di posisi 361 dunia. Tetapi, perhitungan peringkat tentunya akan dibuktikan secara langsung di lapangan hari ini. Siapapun yang memenangkan pertandingan, jelas punya potensi untuk bersinar di level senior nantinya.

Sementara itu, ada laga keempat di lapangan Bilbao Arena, pasangan ganda putri Indonesia Jauza Fadhila Sugiarto/Yulfira Barkah terhenti setelah mereka tumbang dari wakil Jepang Sayaka Hobara/Nami Matsuyama. Jauza/Yulfira kalah dua game langsung, 21-14, 21-13.

Secara kualitas, Jauza/Yulfira memang baru berpasangan di pentas internasional kali ini. Sebab, sebelumnya Jauza selalu menjadi partner sejati Apriyani Rahayu. Namun, di WJC kali ini Jauza/Yulfira harus mentok di semifinal setelah dikalahkan unggulan kedua di turnamen tersebut.

Jauza menyebutkan kalau pertandingan kemarin terasa berat buat dia. Pertandingan di perempat final sebelumnya masih menyisakan kelelahan. Sehingga penampilan dia di semifinal kemarin tidak maksimal. “jadinya sulit untuk lepas dari tekanan lawan,” ujar Jauza.

Kekalahan yang mereka rasakan kemarin secara nyata menutup langkah mereka ke babak final hari ini. Tetapi pelajaran besar tentu akan menjadi catatan penting buat mereka menuju jenjang senior kelak. “Ini pertama kali kami bermain berpasangan, tetap bersyukur bisa meraih perunggu. Semoga kedepannya bisa jauh lebih baik lagi,” ujar Yulfira.

 

Sumber: indopos.com