Mantan Ketua Umum PP PBSI (1992-1996) Meninggal.

7 December 2016 Mantan Ketua Umum PP PBSI (1992-1996) Meninggal.

Dunia bulu tangkis Indonesia kembali berduka setelah mantan Ketua Umum PP PBSI (1992-1996)Letjen TNI (Purn) Soerjadi, meninggal dunia akibat serangan jantung, Rabu (7/12/2016).

Soerjadi merupakan Ketua Umum PP PBSI antara 1993-1997. Ia menggantikan posisi ketua umum sebelumnya, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, dan kemudian digantikan oleh Jenderal TNI (Purn) lainnya, Subagyo HS.

Pada masa kepengurusan Soerjadi, bulu tangkis Indonesia berada pada masa keemasan dengan mengawinkan Piala Thomas dan Piala Uber pada 1994-1996 serta mempertahankan tradisi emas Olimpiade melalui Ricky Subagja/Rexy Mainaky pada Olimpiade Atlanta 1996.

Pengamat bulu tangkis, Broto Happy W, mengatakan, saat ini jenazah Soerjadi disemayamkan di kediamannya di Jalan Al Ikhlas No 21, Bambu Apus, Cipayung, dan akan dimakamkan di TMP Kalibata pada Kamis (8/12/2016) pagi.

Selamat jalan dan terima kasih, Pak Soerjadi...

 

Sumber: kompas. com

Jaya Raya dan Djarum Targetkan Gelar Juara pada Kejurnas PBSI 2016

6 December 2016 Jaya Raya dan Djarum Targetkan Gelar Juara pada Kejurnas PBSI 2016

Dua klub terkuat pada ajang kejuaraan nasional (kejurnas) PBSI 2016, Djarum Kudus dan Jaya Raya Jakarta diperkirakan bakal kembali saling berhadapan di final.

Tim Djarum Kudus diperkuat pasangan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Selain Tontowi/Liliyana, juga ada pasangan juara All England 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto.

Pada sektor ganda putra, Djarum yang berada di Grup A ini diperkuat Mohammad Ahsan yang merupakan juara dunia 2013 dan 2015 bersama Hendra Setiawan (Jaya Raya).

"Tim PB Djarum menargetkan juara, langkah pertamanya adalah berjuang untuk menjadi juara grup A. Kami berharap pada semifinal bisa melalui dengan baik karena di Grup B ada tim kuat Jaya Raya," kata Manajer Tim Djarum, Fung Permadi dalam konferensi pers yang berlangsung di Hotel Amaris Solo, Senin (5/12/2016).

"Tim Jaya Raya memang tim yang kuat. Mereka punya pemain-pemain level dunia yang masih menguasai perbulu tangkisan Indonesia," ucap Fung.

Sementara itu, Jaya Raya yang merupakan juara bertahan juga menargetkan naik podium juara. Tim yang sudah lima kali menjadi juara ini tengah mengincar gelar keenam pada kejurnas beregu.

"Kalau melihat materi pemain, logikanya Djarum bisa juara karena materi pemain Djarum luar biasa. Tetapi, balik lagi ini kan turnamen beregu, sangat berbeda dengan perorangan. Bukannya sombong, tetapi Jaya Raya hampir selalu solid di tiap pertandingan beregu," ujar Imelda Wiguna, mantan pemain era 80-an yang kini menjadi Manajer Tim Jaya Raya Jakarta.

Duel antara dua klub besar ini memang sudah sering terjadi, keduanya sering saling mengalahkan. Masing-masing punya keunggulan dan kelemahan di tiap sektor yang sudah sama sama dipelajari.

Pada Kejurnas 2014 yang berlangsung di GOR Bima, Cirebon, Jawa Barat, tim Jaya Raya berhasil mengalahkan Djarum Kudus di final dengan skor 3-2. Seperti sudah diperkirakan, pertandingan memang berlangsung hingga laga terakhir karena kedudukan sempat imbang 2-2.

Jaya Raya memetik kemenangan dari Hendra Setiawan/Angga Pratama (ganda putra), Bellaetrix Manuputty (tunggal putri), dan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii (ganda putri).

Sementara itu, Djarum Kudus memenangkan dua poin lewat kemenangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (ganda campuran) dan Dionysius Hayom Rumbaka (tunggal putra).

Berikut daftar urutan unggulan kejurnas PBSI 2016 divisi 1.

1.    Djarum Kudus

2.    Jaya Raya Jakarta

3.    Mutiara Cardinal Bandung

4.    Suryanaga Mutiara Timur Surabaya

5.    Tangkas Jakarta

6.    SGS PLN Bandung

7.    Exist Jakarta

8.    USM Jaya, Semarang

9.    Guna Dharma, Bandung

10.   PMS, Solo

Hasil Undian

Grup A

Djarum Kudus, Mutiara Cardinal Bandung, Tangkas Jakarta, Exist Jakarta, USM Jaya, Semarang

Grup B

Jaya Raya Jakarta, Suryanaga Mutiara Timur Surabaya, SGS PLN Bandung, PMS Solo, Guna Dharma Bandung

Sumber: Juara. net

Tommy Sugiarto Lepas Masa Lajang

5 December 2016 Tommy Sugiarto Lepas Masa Lajang

Pebulutangkis Indonesia, Tommy Sugiarto resmi melepas masa lajangnya. Pebulutangkis berusia 28 tahun itu baru saja menikah dengan wanita bernama Annisa Nuramadani.

Pernikahan Tommy diketahui usai ia mengunggah foto resepsi yang berlangsung di Auditorium PTIK, Jakarta tersebut. "Alhamdulilah, terima kasih untuk semua yang sudah mendoakan," tulis Tommy di akun instagramnya @tommysugiarto31.

Kabar bahagia inipun mendapat respons positif dari para pengikut Tommy di instagram. "Happy wedding mas Tommy mbak Nisa. Semoga jadi keluarga yang Samawa. Amin," tulis pengguna dengan akun @artiyani979.

Tommy sendiri diketahui sudah mempersiapkan pernikahannya sejak Mei. Dalam resepsinya, Tommy turut mengundang rekan-rekannya dan beberapa pejabat pemerintah.

Tommy Sugiarto lahir pada 31 Mei 1988. Ia merupakan putra kedua dari legenda bulutangkis Indonesia, Icuk Sugiarto.

Selama berkarier di dunia bulutangkis, Tommy telah meraih 12 titel juara. Kini ia merupakan pebulutangkis dengan peringkat 20 dunia versi federasi bulutangkis dunia (BWF).

Sumber: liputan6. com

Wiranto Menjadi Ketua Umum PP PBSI 2016-2020, Berikut Sususan Kepengurusannya

5 December 2016 Wiranto Menjadi Ketua Umum PP PBSI 2016-2020, Berikut Sususan Kepengurusannya

Susunan Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Indonesia Seluruh Indonesia (PP PBSI) resmi dirilis. Dinahkodai Ketua Umum, Wiranto, PBSI siap untuk kembali mencetak prestasi membanggakan di tingkat dunia. 

Pengurus PBSI masa bakti 2016-2020 diumumkan pada Minggu (4/12), di Century Park Hotel Jakarta. 

Berikut susunan Pengurus Pusat PBSI masa bakti 2016-2020 :

Dewan Kehormatan :

  • Try Sutrisno
  • Soerjadi
  • Subagyo Hadisiswoyo
  • Chairul Tanjung
  • Sutiyoso              
  • Joko Santoso

Dewan Penyantun :

  • Harun
  • Bing Arianto
  • Irwan Hidayat

Ketua Umum :

  • Wiranto

Dewan Pengawas :

  • Abdullah Fadri Auli
  • Eduart Wolok
  • Syarif Abdullah Alkadrie
  • Tahrir Tasaruddin
  • Syafrizal Ucok
  • Djendri A. Kentjen
  • I Nengah Wiratha
  • TB. Herman
  • Tjandra Agriawan

Dewan Penasihat :

  • Gita Wirjawan
  • Bambang S. Brodjonegoro
  • Nurdin Halid
  • Nusron Wahid
  • Hamid Awaludin
  • Lukmanul Hakim
  • Franky Wijaya
  • Ciputra
  • Justian Suhandinata
  • Tan Joe Hok
  • Rudi Hartono
  • Anton Subowo

Staf Ahli Organisasi :

  • Indra Utoyo
  • Juniarto Suhandinata

Staf Ahli Hukum :

  • Umbu S. Samapaty
  • Arfa Gunawan 

Staf Ahli Binpres :

  • Taufik Hidayat
  • Christian Hadinata 

Sekjen/Wasekjen :

  • Achmad Budiharto
  • Oei Wijanarko Ady Mulya 

Bendahara/Wakil Bendahara :

  • Beni Prananto
  • Sutoto Agus Harmono 

Subid Hubungan Luar Negeri :

  • Bambang Roediyanto 

Subid Informasi Teknologi (IT) :

  • Devi Indah Kartika 

Subid Humas dan Media :

  • Ricky Achmad Soebagdja
  • Carmelita 

Wakil Ketua Umum I/Ketua Harian :

  • Alex Tirta 

Wakil Ketua Umum II :

  • Lutfi Hamid 

Wakil Ketua Umum III :

  • Karna Brata Lesmana 

Bidang Binpres :

  • Susi Susanti 

Bidang Organisasi dan Kelembagaan :

  • Edy Sukarno 

Bidang Keabsahan dan Implementasi :

  • Rachmat Setiyawan 

Bidang Turnamen Perwasitan dan Referee :

  • Eddiyanto Sabarudin 

Bidang Pengembangan Daerah dan Komunitas :

  • Alfianto Wijaya

Bidang Dana dan Usaha :

  • Yoppy Rosimin 

Bidang Sarana dan Prasarana :

  • Freddy EP Husein 

Subid Pelatnas :

  • Lius Pongoh 

Subid Pengembangan dan Sport Science :

  • Basri Yusuf 

Subid Organisasi dan Tata Laksana :

  • Topan Indra Karsa 

Subid Turnamen :

  • Sarjono 

Subid Perwasitan :

  • Nelson Napis 

Subid Korwil I :

  • Sukriadi
  • Eri Zulhendrizal 

Subid Korwil II :

  • Agung Lindartawan
  • Suyono 

Subid Korwil III :

  • H. Junaidin Yaman
  • Dharmawan Duming
  • Calvin A. Kobis 

Subid Komunitas :

  • Edy Prayitno 

Subid Sponsorship :

  • Alan Budikusuma 

Subid Pengadaan dan Logistik :

  • HM. Ferlie
  • Masranudin Abd. Aziz
  • Johnson AM Rantung

Sumber: badmintonindonesia. org

Asosiasi Bulutangkis Jepang Berencana Cabut Sanksi Kento Momota

3 December 2016 Asosiasi Bulutangkis Jepang Berencana Cabut Sanksi Kento Momota

Asosiasi Bulutangkis Jepang mempertimbangkan untuk mencabut sanksi larangan bertanding Kento Momota. Dia dinilai telah berkelakuan baik selama menjalani masa sanksi.

Diberitakan Kyodo News, Asosiasi Bulutangkis Jepang bakal mencabut sanksi Momota pada Mei 2017. Jika sanksi itu dicabut, pemain berusia 22 tahun itu diyakini hanya akan mengikuti kejuaraan nasional hingga akhir 2017.

"Dia telah bekerja dengan tekun, berlatih dengan sikap yang baik dan telah mengambil bagian dalam kegiatan amal juga," ujar Direktur Asosiasi Bulutangkis Jepang, Kinji Zeniya, Selasa (29/11/2016).

"Sudah menjadi tugas dari asosiasi untuk melindungi potensi pemain muda. Kami akan membuat keputusan dengan kebijaksanaan dengan cara yang akan dipahami publik," tambahnya.

Seperti diketahui, Momota mendapat sanksi berat dari Asosiasi Bulutangkis Jepang pada 10 April 2016 karena ketahuan beberapa kali berjudi di kasino ilegal.

Akibat perbuatannya itu, Momota dilarang tampil di semua turnamen untuk batas waktu yang tak ditentukan. Dia juga terdepak dari tim nasional Jepang untuk Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Berjudi masuk kategori tindakan yang melanggar hukum di Jepang. Saat meminta maaf secara langsung di hadapan publik, Kento Momota mengaku sudah enam kali mengunjungi kasino untuk berjudi. Dia menghabiskan uang sekitar 4.500 atau Rp 58 juta. Sedangkan Tago telah menghabiskan sekitar 100.000 dollar AS atau Rp 1,3 miliar di meja judi dan mengunjungi kasino sebanyak 60 kali.

Sumber: bola. com

Akhir Kisah Pasangan Hendra/Ahsan di Ajang Bulu Tangkis Dunia

1 December 2016 Akhir Kisah Pasangan Hendra/Ahsan di Ajang Bulu Tangkis Dunia

Hendra Setiawan telah memutuskan untuk keluar dari Pelatnas Cipayung. Hal tersebut membuat tim pelatih Indonesia sedikit kebingungan untuk mencari pasangan yang akan diduetkan dengan Mohammad Ahsan.

Hendra dan Ahsan mulai dipertemukan pada 2012. Sebelumnya, Hendra dipasangkan dengan Markis Kido selama 13 tahun. Sementara, Ahsan baru pecah kongsi dari Bona Septano.

Kesuksesan pasangan Hendra/Ahsan berawal di tahun 2013. Di tahun tersebut, Hendra/Ahsan berhasil menyabet tiga gelar juara di ajang super series, yakni Malaysia Open, Singapore Open, dan Japan Open.

Kegemilangan Hendra/Ahsan belum berakhir sampai disitu. Di tahun yang sama, mereka berhasil menjadi yang terbaik di ajang BWF World Super Series Finals. Berkat hasil yang diperoleh, Hendra dan Ahsan berhasil menempati posisi pertama dunia mengalahkan pasangan Korea Selatan, Lee Young Dae/Koo Sung Hyun.

Tidak hanya sampai di situ, Hendra dan Ahsan masih memegang kendali di sektor ganda putra. Pada tahun 2014, Hendra dan Ahsan berhasil menyabet dua gelar bergengsi, yakni All England dan Asian Games ke-17 yang diadakan di Korea.

Belum berakhir di situ, Hendra dan Ahsan berhasil meraih gelar juara dunia keduanya di tahun 2015. Prestasi ini merupakan rekor pertama yang diraih oleh pebulu tangkis Indonesia. Di tahun berikutnya, Hendra/Ahsan masih mencoba untuk raih hasil gemilang di ajang Olimpiade Rio 2016. Namun, mereka harus tersingkir sebelum menyentuh babak perempat final.

Olimpiade Rio 2016 adalah ajang terakhir bagi pasangan Hendra/Ahsan. Hendra akhirnya memutuskan untuk menjalani karier profesionalnya di tahun 2017. Indonesia saat ini masih kebingungan untuk mencari pengganti posisi Hendra/Ahsan di sektor ganda putra. Saat ini, mencuat kabar Indonesia tengah mempersiapkan pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi dan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya untuk menjadi ganda putra andalan Tanah Air.

Sumber: okezone