Setujui Match Fixing di Bulu Tangkis, Sebesar Ini Imbalannya

19 February 2018 Setujui Match Fixing di Bulu Tangkis, Sebesar Ini Imbalannya

Jumlah uang yang menggiurkan tidak selalu bisa ‘membeli’ harga diri dan kesetiaan seorang atlet terhadap kode etik olahraga yang digelutinya, khususnya dalam kasus match fixing.

Beberapa pemain pernah didekati oleh pelaku-pelaku match fixing untuk sengaja mengalah di pertandingan-pertandingan tertentu. Imbalan yang dijanjikan pun cukup besar.

Tahun 2014 lalu, pemain ganda putra Denmark Kim Astrup juga pernah diajak bekerjasama untuk mengalah di Singapura Terbuka dan Piala Thomas.

Sang penyogok menawarkan imbalan sebesar 3.000 euro per pertandingan, atau sekitar Rp 50,4 juta rupiah. Astrup menolak tawaran ini, dan melaporkan kasus ini ke Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, harga imbalan minimum untuk bisnis match fixing tahun ini sudah mencapai angka 4.200 euro, atau sekitar Rp 70,6 juta per pertandingan.

Dengan aturan baru BWF yang menentukan bahwa tiap pemain yang kalah pada babak pertama di beberapa turnamen tertentu bisa membawa pulang hadiah uang, hal ini jelas menjadi keuntungan sendiri buat pemain yang menyetujui skenario match fixing. Mereka bisa membawa pulang uang lebih banyak.

Mari mengambil contoh jika praktik match fixing ini terjadi di sebuah turnamen level Super 750 yang berhadiah total 700.000 dollar Amerika, atau sekitar Rp 9,4 miliar.

Menurut aturan BWF, pemain yang kalah di babak pertama di turnamen level Super 750 bisa membawa pulang 0,1 persen dari total hadiah. Artinya, pemain yang kalah masih bisa membawa pulang uang sebesar Rp 9,4 juta.

Anggaplah ada seorang pemain yang dipaksa mengalah di babak pertama, maka sang pemain akan membawa pulang Rp 9,4 juta dari BWF, plus 70,6 juta dari si penyogok. Pemain yang mengalah itu bisa membawa pulang uang total Rp 80 juta.

Besaran yang dibawa pulang tentu akan lebih besar lagi jika si pemain dipaksa mengalah di babak perempat final keatas, tentunya dengan jumlah imbalan yang lebih besar juga.

Pebulu tangkis Denmark, Hans-Kristian Solberg Vittinghus mengaku sangat geram dengan praktik match fixing yang menodai pentas bulu tangkis. Ia berharap BWF bisa betul-betul serius menangani hal ini.

“Saya percaya BWF punya integritas yang cukup tinggi untuk memberantas praktik-praktik ini sampai ke akarnya,” katanya seperti dilansir badmintonplanet.com.

Dilansir: JawaPos