Comeback Manis Antar Praveen/Melati Jadi Semifinalis India Open 2019

29 March 2019 Comeback Manis Antar Praveen/Melati Jadi Semifinalis India Open 2019


Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti harus berjuang keras saat tampil pada partai perempat final India Open 2019, Jumat (29/3/2019).

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang datang sebagai unggulan kelima turnamen dipaksa bermain tiga gim saat bertemu dengan Rodion Alimov/Alina Davletova (Rusia).

Meski sempat kehilangan gim pertama, Praveen/Melati mampu membalikkan keadaan dan akhirnya berhasil memenangkan laga perempat final India Open 2019 tersebut.

Pertandingan yang berlangsung di KD Jadhav Indoor Hall, New Delhi, India, itu akhirnya tuntas dengan skor 19-21, 22-20, 21-13.

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti berhasil membuka laga dengan mencetak dua angka beruntun tanpa balas.

Akan tetapi, Rodion Alimov/Alina Davletova mampu bangkit dan memberikan perlawanan sehingga pertandingan berjalan menjadi lebih seru.

Bahkan ganda campuran peringkat ke-35 dunia asal Rusia itu mampu unggul 11-9 pada saat gim pertama memasuki interval.

Setelah interval, tren positif yang didapat Alimov/Davletova ternyata terus berlanjut meski Praveen/Melati sempat sekali menyamakan kedudukan menjadi 12-12.

Rodion Alimov/Alina Davletova pun sukses memanfaatkan momentum yang mereka dapat untuk menutup gim pertama dengan keunggulan 21-19.

Seolah tak ingin mengulang kesalahan yang sama, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti langsung tancap gas pada awal gim kedua.

Ganda campuran peringkat 15 dunia ini mampu unggul cukup jauh pada saat interval dengan skor 11-7.

Selepas jeda, keunggulan Praveen/Melati pupus saat Alimov/Davletova mampu mencetak lima angka beruntun yang membuat mereka berbalik unggul 17-16.

Setelah itu kedua pasangan kembali terlibat duel alot dan silih berganti memimpin perolehan poin yang terus berlanjut hingga masa kritis.

Praveen/Melati yang sempat tertunggal 19-20 mampu membalikkan keadaan dengan mencetak tiga angka beruntun yang membuatnya unggul 22-20 sekaligus memaksa terjadinya rubber game.

Memasuki gim ketiga, Praveen/Melati yang seolah sudah menemukan ritme permainan terbaiknya mampu tampil dominan.

Ganda campuran peringkat 15 BWF asal Indonesia ini mampu unggul 11-7 pada saat interval meski sempat berduel alot di awal gim.

Setelah berpindah sisi lapangan permainan, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti makin leluasa mengengalikan jalannya laga.

Wakil Merah Putih ini seolah tak memberi banyak kesempatan bagi Rodion Alimov/Alina Davletova untuk kembali mengembangkan permainan dan mengancam posisi mereka.

Hingga akhirnya, raihan tiga angka berturut-turut di akhir laga membuat Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menutup gim ketiga dengan skor 21-13.

Sumber : bolasport. com

Jadwal Sirnas 2019

27 March 2019 Jadwal Sirnas 2019

Kejuaraan bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) 2019 siap digelar di 8 kota, yakni Purwokerto, Palembang, Bandung, Banjarmasin, Jakarta, Mataram, Manado, dan Madiun. Kejuaraan tersebut akan dimulai pada bulan April hingga November mendatang.

Jadwal itu disepakati setelah PBSI menandatangani MoU (memorandum of understanding) dengan para calon tuan rumah penyelenggara kompetisi Djarum Sirkuit Nasional 2019. Yang dimana acara penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Hotel Sultan, pada tanggal 26 Januari 2019 yang lalu.

Selain penandatanganan nota kesepahaman, PBSI juga memberikan sosialisasi mengenai tata cara dan aturan penyelenggaraan sirkuit nasional. Selain itu, dijabarkan pula ketentuan-ketentuan yang terkait dengan sponsorship.

"Selain penandatanganan MoU, kami sengaja mengumpulkan calon tuan rumah dan menginformasikan tentang tata cara serta hak kewajiban pengurus pusat maupun pelaksana. Perlu ada kejelasan terkait persiapan lapangan pertandingan atau hak-hak sponsor,"kata Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal PP PBSI yang memimpin acara.

Tempat penyelenggaraan sirkuit nasional masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, kecuali Jawa Timur yang tahun ini akan menghelat sirkuit nasional di kota Madiun.

"Kalau kota penyelenggara masih mengulang-ulang saja yang sebelumnya, yang baru itu di Jawa Timur, lokasinya di Madiun. Tahun ini juga ada peningkatan biaya pendaftaran baik di sirnas premier maupun sirnas A. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pembiayaan pelaksanaan sirnas," tambah Budiharto.

Lebih lanjut, ia berharap agar penyelenggaraan sirkuit nasional tahun ini bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Agar semua pihak yang mendukung terselenggaranya sirkuit nasional bisa terpuaskan, baik atlet yang bertanding, sponsor yang dengan setia mendukung kompetisi, agar kerjasama PBSI dengan para pelaku bulutangkis bisa lebih baik lagi.

Berikut jadwal penyelenggaraan Djarum Siurkuit Nasional 2019:

  • 1-6 April 2019 : Djarum Sirkuit Nasional Premier Jawa Tengah: Purwokerto
  • 22-27 April 2019 : Djarum Sirkuit Nasional Sumatera Selatan: Palembang
  • 24-29 Juni 2019 : Djarum Sirkuit Nasional Premier Jawa Barat: Bandung
  • 29 Jul - 3 Agustus 2019 : Djarum Sirkuit Nasional Kalimantan Selatan: Banjarmasin
  • 12-17 Agustus 2019 : Djarum Sirkuit Nasional Premier DKI Jakarta: Jakarta
  • 2-7 September 2019 : Djarum Sirkuit Nasional NTB: Mataram
  • 14-19 Oktober 2019 : Djarum Sirkuit Nasional Sulawesi Utara: Manado
  • 11-16 November 2019 : Djarum Sirkuit Nasional Premier Jawa Timur: Madiun

Sumber : Djarumbadminton. com

Son Wan Ho Cidera, Tendon Archiles Kaki Pecah

26 March 2019 Son Wan Ho Cidera, Tendon Archiles Kaki Pecah

Cedera yang dialami tunggal putra andalan Korea Selatan, Son Wan Ho, ternyata cukup parah. Pemegang ranking 6 dunia itu hari ini, Selasa 26 Maret 2019, harus menjalani operasi.

Asosiasi Bulutangkis Korea Selatan menyebutkan, juara Malaysia Masters 2019 itu harus terpaksa masuk ruang operasi di salah satu rumah sakit di Kota Incheon. Son dioperasi karena tendon archiles kaki kirinya pecah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, pecahnya tendon archiles Son Wan Ho akibat tumpuan kaki yang tak seimbang usai melompat melepaskan smes saat bertanding di di Badminton Gymnasium, Miryang, Gyeongsang, Korsel.

Seperti diketahui, Son mengalami cedera ketika bertanding melawan Lee Hyun Il di Liga Bulutangkis Nasional 2019. Peristiwa itu terjadi di gim kedua. Di gim sebelumnya tak terjadi apapun, bahkan di merebut kemenangan.

Untuk sementara ini, Son dipastikan absen di turnamen BWF Super 750, Malaysia Open 2019. Dalam hasil undian BWF, sedianya Son akan bertemu tunggal putra Jepang, Kenta Tsuneyama.

Sumber : viva. co. id

Indonesia ke Semifinal Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia

22 March 2019 Indonesia ke Semifinal Kejuaraan Bulutangkis Beregu Asia

Indonesia berhasil lolos ke semifinal Kejuaraan Bulutangkis Beregu Campuran Asia 2019 setelah menyingkirkan Singapura dengan skor 3-0 di Stadion Queen Elizabeth, Hong Kong, Jumat (22/3).


Indonesia unggul 1-0 lewat kemenangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto atas Loh Kean Hean/Toh Han Zhou. Fajar/Rian mendapatkan perlawanan sengit dari ganda andalan Singapura ini.

Setelah menang 21-16 di gim pertama, Fajar/Rian tumbang 19-21 di gim kedua. Pertarungan sengit kemudian terjadi di gim penentuan.

Kedua ganda bergantian unggul. Fajar/Rian lebih sering memimpin di awal pertandingan sedangkan Loh/Toh berhasil berbalik unggul mendekati akhir pertandingan. Loh/Toh sempat memimpin 19-18 sebelum akhirnya Fajar/Rian merebut tiga poin beruntun untuk memenangkan laga dengan skor 21-19.

Ruselli Hartawan yang turun di nomor tunggal putri berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 setelah menang atas Yeo Jia Min.

Sumber : CNN Indonesia

Usai Taklukan Sri Langka, Indonesia Hadapi Thailand di Badminton Asia Mixed Team Championships

20 March 2019 Usai Taklukan Sri Langka, Indonesia Hadapi Thailand di Badminton Asia Mixed Team Championships

Indonesia akan melakoni laga keduanya di fase penyisihan Grup C Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 kontra Thailand, Kamis (21/3). Jelang menghadapi Negeri Gajah Putih, pasukan Garuda kian memantapkan persiapan meski berhasil memetik kemenangan telak 5-0 atas Sri Lanka pada laga pembuka yang berlangsung di Queen Elizabeth, Hong Kong, Selasa (19/3).

Kekuatan materi pemain Thailand pastinya lebih kuat ketimbang Sri Lanka. Apalagi pada kejuaraan Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 kali ini, Thailand dihuni pebulutangkis sekaliber Nichaon Jindapol di sektor tunggal putri. Maka dari itu, Manajer tim Indonesia, Susy Susanti berharap agar para punggawa Merah Putih bisa lebih siap dan konsentrasi saat di lapangan nanti.

“Thailand merupakan salah satu tim yang cukup kuat. Yang pasti kita harus lebih siap lagi. Pemain-pemain siapapun nanti yang diturunkan, mereka harus konsentrasi, lebih siap lagi, lebih fokus dan lebih cepat dalam beradaptasi. Khususnya pada kondisi lapangan yang masih menjadi kendala. Kalau secara teknik sih mestinya sudah tahu sama tahu,” kata Susy Susanti.

Melihat kekuatan di atas kertas, Indonesia masih lebih diunggulkan dengan menduduki peringkat tiga. Sementara Thailand berada di peringkat lima dalam daftar unggulan tim. “Yang pasti kita akan mengatur strategi untuk siapa yang akan diturunkan. Melihat siapa yang bagus head to headnya dengan lawan,” ungkapnya.

Dua tim terbaik dari tiap-tiap grup Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 akan lolos ke babak perempat final. Indonesia punya peluang besar untuk lolos ke fase knock out dengan memuncaki klasemen sementara Grup C setelah mengantongi satu kemenangan telak 500 dari Sri Lanka. Sementara Thailand baru akan menghadapi laga perdananya sore melawan Sri Lanka.

Sumber : Djarumbadminton. com

Fajar/Rian Juara Swiss Open 2019

18 March 2019 Fajar/Rian Juara Swiss Open 2019

(Basel, 17/3/2019)
Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto merebut gelar juara di ajang Swiss Open 2019 usai menaklukkan Lee Yang/Wang Chi-Lin (Taiwan), dengan skor 21-19, 21-16. Ini merupakan gelar pertama bagi Fajar/Rian di tahun 2019.

Pada game pertama, kedua pasangan terus berkejaran angka, perolehan poin tak pernah terpaut jauh. Fajar/Rian yang tampil lebih stabil di poin kritis, akhirnya mampu memenangkan pertandingan.

“Alhamdulillah hari ini kami bisa bermain dengan baik, di permainan tadi, kami banyak adu drive. Kami unggul di permainan depan dan lawan banyak mengangkat bola, kami lebih sabar,” kata Rian setelah pertandingan.

“Gelar ini pasti menambah percaya diri kami, setelah kalah di semifinal All England minggu lalu dan kalahnya mepet. Mudah-mudahan kedepannya kami bisa lebih baik lagi,” tambah Rian.

“Dari pertama main udah kami sudab yakin, dengan diri kami maupun dari tipe main lawan. Pasangan Taiwan ini bagus, pukulannya kencang. Dari awal masuk lapangan sudah timbul keyakinan. Tapi kami masih banyak melakukan kesalahan, kami sudah benar mainnya, tapi saat lagi ramai, kami mati sendiri,” beber Fajar.

Di turnamen ini, Indonesia menempatkan dua wakil di final. Selain Fajar/Rian, pasangan ganda campuran Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari juga melaju ke final namun mereka dikalahkan oleh Mathias Bay Smidt/Rikke Soby (Denmark), dengan skor 18-21, 21-12, 16-21. 

Selanjutnya, Fajar/Rian akan segera menuju ke Hong Kong untuk mengikuti turnamen beregu Tong Yun Kai Cup 2019.

Sumber : Badmintonindonesia. org

Rionny Mainaky Beberkan PR Utama Tim Tunggal Putri

16 March 2019 Rionny Mainaky Beberkan PR Utama Tim Tunggal Putri

Rionny Mainaky akan menjadi nakhoda tim tunggal putri Pelatnas PBSI terhitung per 1 April 2019. 

Nama Rionny memang sudah tak asing lagi, ia merupakan mantan pemain yang kini telah memiliki segudang pengalaman melatih baik di dalam maupun luar negeri. Pria kelahiran Ternate, 11 Agustus 1966 ini merupakan kepala pelatih tim putra dan putri junior di pelatnas PBSI, serta merangkap jadi Asisten Pelatih Ganda Putra, satu tim dengan Sigit Pamungkas di tahun 2008.

Usai Olimpiade Beijing 2008, pemilik nama lengkap Rionny Frederik Lambertus Mainaky ini bertolak ke Jepang dan bergabung dengan tim Unisys dan tim nasional Jepang. 

Di Unisys, ia dan empat pelatih lainnya menangani sejumlah pemain yang telah mencatat sukses seperti pasangan ganda putri peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, serta pemain tunggal putri peraih medali perunggu Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Juara Dunia 2017, Nozomi Okuhara. Sedangkan di tim nasional Jepang A, Rionny mengepalai sektor ganda putra dan melatih Takeshi Kamura/Keigo Sonoda, Yuta Watanabe/Hiroyuki Endo dan masih banyak lagi.

Simak petikan wawancara Badmintonindonesia.org bersama Rionny.

Bagaimana awalnya bisa bergabung dengan PBSI ?
Awalnya saya sering ngobrol-ngobrol tentang tunggal putri dengan Minarti (Timur) dan Susy (Susanti) karena kami memang teman  seperjuangan dulu waktu di pelatnas. 

Waktu itu saya ditanya apakah mau bantu membenahi tunggal putri, jadi kalau ketemu kami selalu memperhatikan dan diskusi tentang tunggal putri. Lama-lama saya ada keinginan untuk membantu dan membenahi tunggal putri untuk lebih baik mampu bersaing dan berprestasi di turnamen-turnamen penting. Jadi saya bilang, kalau dipercaya saya siap tapi semua tetap kebijaksanaan, penilaian dan keputusan Ibu Susy. 

Mungkin ada faktor jodoh juga, ternyata saya yang dipilih. Sebelum itu saya sudah minta persetujuan istri saya dan dia sangat mendukung karena dia merasa satu perjuangan. Selama ini dia sendiri yang melatih anak kami yang juga pebulutangkis, Lyanny (Alessandra Mainaky) dan Yehezkiel (Mainaky). Dia juga berharap sektor tunggal putri pelatnas lebih semangat dilatih sama saya.

Kembali ke Indonesia setelah bertahun-tahun di Jepang, dan langsung menangani sektor yang paling menantang yaitu tunggal putri?

Saya memang suka tantangan, sebernanya tidak susah kalau kita rajin dan benar-benar menerapkan manajemen dengan tekun dan baik. Apalagi kita punya pemain yang berbakat alam dan ini akan saya usahakan semaksimal mungkin, yang penting berdoa dan bekerja keras, pasti berkat akan tercurah.

Apa PR utama yang harus dibenahi di tim tunggal putri?

Karakter, disiplin adalah budaya orang Jepang. Sebisa mungkin kita lebih rajin dari pemain Jepang. Selanjutnya adalah stamina. Kalau skill sih sudah baik, tinggal taktik bertanding dan daya juang yang pantang menyerah seperti Ibu Susy, ha ha ha.

Hal positif apa yang mesti ditiru tunggal putri Indonesia dari Jepang, khususnya pemain tunggal putri seperti Nozomi (Okuhara) dan Akane (Yamaguchi) ?

Mereka rajin, disiplin dan telaten. Semua menu latihan dilakukan dengan serius, nggak manja, nggak sombong. Mereka punya karakter atlet yang bisa dibilang hampir sempurna. 

Menurut Coach, bagaimana kondisi pemain tunggal putri Indonesia saat ini?

Mereka rajin lah, tinggal dibiasakan sabar, konsentrasinya bisa lebih lama dan nggak mau nyerah walaupun sesulit apapun dalam lapangan.

Apa harapan Coach kepada Gregoria, Fitriani dan Ruselli yang akan jadi anak didik di pelatnas?

Yang pertama, rajin dan disiplin dulu. Raih cita-cita dan kesempatan ini. Latihan dan istirahat harus teratur. Olimpiade sudah di ambang pintu, di depan mata. 

Dulu saya dan Mas Sigut punya kemauan dan sudah dibuktikan medali emas ganda putra di Olimpiade Beijing 2008 lewat pasangan Markis Kido/Hendra Setiawan. 

Lalu di Jepang ada Misaki (Matsutomo)/Ayaka Takahashi yang dapat emas dan Nozomi (Okuhara) yang dapat perunggu di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Anak-anak didik saya sangat rajin dan penurut. Mereka telah membuktikan bahwa satu kata : rajin. Ini yang paling penting.



Sumber : badmintonindonesia. org