Megawati Datang ke Syukuran Praveen/Debby

31 March 2016 Megawati Datang ke Syukuran Praveen/Debby

Syukuran kemenangan ganda campuran Praveen Jordan/Debby Susanto di arena All England dihadiri tamu istimewa seperti mantan presiden RI Megawati Soekarno Putri, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan ketua KOI, Erick Thohir.

Acara yang berlangsung di rumah makan "Sedap Aroma,"Menteng ini memang dipenuhi insan bulu tahgkis lintas jaman seperti  Tan Joe Hok, Lim Swie King, Christian Hadinata, Eddy Hartono, Susy Susanti, Ivana Lie, Rosiana Tendean, Hermawan Susanto, Sarwendah Kusumawardhani dan masih banyak lagi.

Acara yang bersifat kekeluargaan ini dibuka dengan makan siang dan ramah tamah. Praveen/Debby sang juara, mendapat keistimewaan untuk duduk satu meja bersama ibu Megawati, mantan orang nomor satu di Indonesia. Usai makan siang, Praveen/Debby diberi cendera mata sebagai bentuk ucapan selamat atas prestasi di All England yang berhasil mereka ukir.

“Kami senang banget ya sampai ada syukuran atas kemenangan kami, apalagi dengan hadirnya ibu Megawati, mantan presiden RI. Terima kasih kepada pak Hamid atas terselenggaranya acara ini dan dukungannya selama ini kepada kami dan bulutangkis Indonesia,” tutur Praveen yang ditemui di restoran Sedap Aroma, Menteng.

“Tadi kami ngobrol-ngobrol sama ibu Megawati, mulai dari karier sebagai pebulutangkis sampai soal kehidupan, macem-macem deh pokoknya. Ini adalah kesempatan yang langka, bisa makan bareng ibu Megawati,” ungkap Debby.

“Ini memang sudah menjadi kebiasaan saya mengadakan syukuran atas prestasi atlet-atlet bulutangkis kita. Sengaja saya undang semua insan bulutangkis mulai dari mantan atlet sampai pemain muda, agar semuanya saling terjalin silaturahmi. Mereka ini ibarat gerbong kereta satu, gerbong kereta dua dan seterusnya yang saling berkesinambungan. Tugas saya adalah berusaha menjadi rantai pengaitnya,” kata Hamid dalam wawancara bersama Badmintonindonesia.org.

Mengenai kedatangan ibu Megawati, dituturkan Hamid bahwa dirinya memang senang membuat kejutan dalam acara yang digagasnya. Termasuk mendatangkan mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

“Pak Tan Joe Hok waktu juara dulu kan bertemu dengan ayahnya ibu Megawati yaitu Pak Soekarno. Nah saya pikir sekarang saatnya anaknya Pak Soekarno yaitu Ibu Megawati yang hadir ditengah-tengah bulutangkis masa kini,” ucap Hamid yang memang pecinta olahraga bulutangkis sejak kecil.

Tan Joe Hok memang merupakan bintang bulu tangkis Indonesia yang pertama. Dia lah yang menginspirasi Indonesia meraih Piala Thomas untuk pertamakali pada 1958 dan menjadi pemian INdonesia pertama yang menjadi juara All England pada 1959.

Sumber: kompas. com

Susah Payah, Tommy Akhirnya Lolos Ke Babak Dua

30 March 2016 Susah Payah, Tommy Akhirnya Lolos Ke Babak Dua

New Delhi, Baru menghadapi babak pertamanya di India Open Super Series 2016, Tommy Sugiarto sudah mendapat perlawanan yang cukup sulit dari lawannya, Lee Dong Keun, Korea. Tommy harus main selama 78 menit untuk membukukan kemenangan 21-18, 18-21 dan 21-18. 

Padahal Tommy sudah empat kali bertemu Lee dengan posisi memimpin 3-1. Di pertemuan terakhirnya di Malaysia Masters 2016 lalu pun Tommy menang meyakinkan dengan skor 21-2 dan 21-17.

“Situasi dan kondisi berbeda dengan di Malaysia. Di Malaysia shuttlecocknya cukup lambat, sementara di sini lebih cepat dan ditambah angin juga yang cukup menyulitkan. Tapi saya mencoba menetralkan semuanya,” kata Tommy. 

Game pertama dimulai, Tommy berhasil merebut kemenangannya meski perolehan angkanya tidak terlalu mendominasi. Masuk ke game berikutnya, Tommy dan Lee sempat beradu poin dengan ketat. Namun di posisi 7-7, Tommy malah tertahan dan ditinggal lawan dengan 8-11, 11-16 hingga kalah 18-21.

“Game kedua setelah posisi 7-7 saya sempat blank dan langsung ketinggalan cukup jauh. Saat mau ngejar juga sulit. Jadi saya lebih mempersiapkan diri untuk main di game ketiga, tapi tetap bermain sebaik mungkin,” tambah Tommy.

Pada game penentu, langkah Tommy pun tak bisa dibilang mulus begitu saja untuk menang. Ia malah tertinggal jauh 3-9 dan 7-13. Meski begitu, Tommy tak langsung menyerah pada lawan. Ia mendekati poin Lee satu demi satu hingga menyamakan kedudukan menjadi 16-16 dan balik unggul hingga menang 21-18.

“Di game ketiga saya sempet ketinggalan dulu. Tapi saya berusaha untuk tetap tenang dan fokus satu demi satu dulu, dan ternyata berhasil,” ujar Tommy.

“Di babak satu adaptasi memang tidak gampang. Apalagi lawan-lawan yang imbang sejak awal. Siapapun lawannya saya harus siap aja dan lebih fokus di lapangan. Atur strategi juga dari awal,” kata Tommy lagi.

Babak dua, Tommy masih menunggu lawan antara Tanongsak Saensomboonsuk, Thailand, dengan H.S. Pranoy, India. 

Dengan demikian dua tunggal putra berhasil aman di ke babak dua. Sebelumnya, Sony Dwi Kuncoro juga lolos ke babak dua setelah menaklukkan B. Sai Praneeth, India. Sony menang 22-20 dan 21-13 dalam waktu 44 menit.

Sumber: badmintonindonesia. org

Tontowi/Liliyana dan Praveen/Debby Mundur dari India Terbuka

29 March 2016 Tontowi/Liliyana dan Praveen/Debby Mundur dari India Terbuka

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dan Praveen Jordan/Debby Susanto batal tampil di India Terbuka Super Series 2016. Kondisi fisik menjadi pertimbangan utamanya.

PP PBSI memutuskan untuk menarik Tontowi/Liliyana dan Praveen/Debby dari India Terbuka Super Series 2016 yang rencananya digelar pada 29 Maret-3 April. Kondisi fisik kedua pasangan tersebut dinilai tak cukup fit untuk tampil bertanding.

Tontowi masih belum mencapai kondisi yang maksimal setelah sembuh dari demam berdarah. Pemulihan dari sakit demam berdarah tersebut juga sempat membuat Tontowi mundur dari Swiss Terbuka Grand Prix Gold pada pertengahan Maret lalu.

"Owi saya lihat kondisi fisiknya belum maksimal. Minggu kemarin program harusnya 5 ronde, dia hanya sampai di ronde 3. Jadi saya harus mundurin lagi persiapannya. Mudah-mudahan sudah bisa maksimal minggu ini," kata pelatih ganda campuran, Richard Mainaky, seperti tertulis dalam rilis PP PBSI yang diterima detikSport.

Sementara itu, Praveen/Debby juga dinilai belum normal kondisi fisiknya. Padatnya kegiatan usai menjuarai All England 2016 lalu cukup menguras energi pasangan peringkat tujuh dunia itu. Praveen/Debby kini dipersiapkan untuk mengikuti Malaysia Terbuka Super Series Premier 2016 pada pekan depan.

"Kalau Praveen/Debby, kondisinya belum normal karena terlalu banyak acara yang tidak bisa kami tolak. Jadi mulai normal baru minggu kemarin. Menurut saya, mereka lebih baik melakukan persiapan untuk turnamen di Malaysia dan Singapura saja," lanjut Richard.

Dengan demikian, Indonesia hanya menurunkan satu wakil saja di sektor ganda campuran yaitu Riky Widianto/Richi Puspita Dili. Akan menghadapi Michael Fuchs/Birgit Michels di babak pertama, Riky/Richi ditargetkan bisa menembus perempatfinal.

Sumber: detik.com

Ayah Debby: Banyak Yang Bilang Saya Kejam

28 March 2016 Ayah Debby: Banyak Yang Bilang Saya Kejam

Prestasi Debby Susanto, atlet bulutangkis yang sukses menjadi juara All England ini, rupanya tak luput dari peran orang tuanya. Dr Susanto Darmawan, ayah Debby yang membuka praktek di RK Charitas ini mengatakan banyak orang mengakui bahwa dirinya 'kejam' mendidik Debby yang sangat ingin menjadi atlet profesional.

Selain ikut membantu membentuk fisik Debby, ia juga sangat menegaskan jika ingin meraih sesuatu harus ditekuni. Setiap pertandingan ditargetkan untuk menang.

"Banyak yang bilang saya ini kejam, tapi kalau tidak seperti itu mungkin Debby tidak seperti ini. Pernah juga Debby mengalami muntah di lapangan saat pertandingan, perutnya kram. Pelatihnya sarankan Debby untuk menghentikan pertandingan, tapi Debby tidak mau dan melanjutkan pertandinga. Jadi pesan saya jangan pernah menyerah. Saya beri kebebasan pilihan kepada anak-anak karena hidup itu pilihan. Terserah, asal ditekuni," ujar suami dari Sugiaty Budiman ini, Sabtu (26/3/2016).

Debby memang kini menjadi begitu bersinar berkat kegigihan orang tuanya. Bahkan, salah satu yang membuatnya berhasil meraih juara All England berasal dari pesan ayahnya sebelum bertanding. Bahkan, usai menang, Praveen/Debby pun langsung berhambur menghubungi orang terdekatnya.

“Orang pertama yang saya telepon adalah orangtua lalu pacar. Namun, kalau kontak pakai Whatsapp ke keluarga terus ke kak Icad (Richard Mainaky)," ucap Debby seperti dilansir dari tim Humas dan Media Sosial PBSI.

"Orangtua pasti bangga kepada kami. Bagaimanapun, ini menjadi bagian dari sejarah bagi kami. Bawa nama keluarga, bawa nama Indonesia,” kata Debby.

“Pacar selalu kasih semangat dari awal. Walaupun hasil kurang memuaskan, sampai sekarang bisa jadi juara, dia mengingatkan supaya jangan lupa bersyukur dan jangan pernah berubah,” tuturnya lagi.

Sumber: tribunnews. com

Pengamat: Olahraga Indonesia Butuh Kompleks Hambalang

26 March 2016 Pengamat: Olahraga Indonesia Butuh Kompleks Hambalang

 Keberadaan proyek Pusat Pendidikan Pelatihan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Sentul, dianggap pengamat olahraga nasional, Sumohadi Marsis, sangat dibutuhkan untuk kemajuan olahraga Indonesia.

Nasib kelanjutan kompleks Hambalang rencananya akan ditentukan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas pekan depan. Sebelumnya proyek kompleks Hambalang terhenti menyusul kasus korupsi yang menjerat mantan Menpora Andi Mallarangeng.

Korupsi proyek Hambalang juga menjerat mantan Kepala Biro Perencanaan Kemenpora Deddy Kusdinar, Direktur Operasional 1 PT Adhi Karya Teuku Bagus Mukhamad Noor, dan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Sumohadi mengatakan, dengan prestasi olahraga yang terus menurun, keberadaan kompleks Hambalang sangat dibutuhkan Indonesia.

"Hambalang sangat perlu, prestasi olahraga kita rendah karena tidak adanya infrastruktur yang memadai. Proyek ini harus diteruskan demi prestasi olahraga kita. Soal sempat terhenti karena kasus korupsi, itu lain hal lagi," ujar Sumohadi saat dihubungiCNNIndonesia.com, Jumat (25/3).

"Dulu kita punya Ragunan yang punya fasilitas bagus, tempat tinggal layak dan lapangan yang bagus. Sayang tidak terurus. Sekarang kita tidak punya infrastruktur olahraga yang tersedia."

Sumohadi juga berharap kelanjutan proyek Hambalang tidak kembali terhenti karena kasus korupsi. Sumohadi mengatakan untuk kemajuan olahraga Indonesia, pembangunan infrastruktur olahraga seperti proyek Hambalang jangan dinodai dengan kasus korupsi.

"Semoga saja tidak terhenti lagi. Seharusnya jangan terhenti karena kasus-kasus korupsi. Salah satu masalah utama kita adalah infrastruktur dan jangan dikotori dengan korupsi," ucap Sumohadi.

Presiden Joko Widodo usai meninjau proyek Hambalang pekan lalu, belum bisa memastikan fungsi proyek tersebut. Jokowi telah mengistruksikan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memeriksa kondisi tanah di lokasi.

Jika pemeriksaan telah dilakukan Kementerian PUPR, Jokowi mengatakan pemerintah akan memutuskan penggunaan lahan tersebut selanjutnya.

"Apakah masih seperti lama untuk sekolah olahraga, atau mungkin diubah, bisa saja. Diubah menjadi Wisma Atlet misalnya, atau diubah menjadi untuk pelatnas atau diubah menjadi rusunawa," ucap Jokowi.

Sumber: CNN Indonesia