Indonesia Kirim 2 Wakil ke Semifinal Badminton Asia Championship

30 April 2016 Indonesia Kirim 2 Wakil ke Semifinal Badminton Asia Championship Indonesia sukses menempatkan dua wakilnya di semifinal Badminton Asia Championship 2016 yang digelar di Wuhan. Selain Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir, pasangan ganda putri, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari juga lolos ke babak empat besar.

Dalam laga perempat final, Greysia/Nitya menjalani pertandingan yang tidak mudah. Mereka butuh waktu hingga 82 menit untuk menaklukkan wakil Korea Selatan, Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan.


Greysia/Nitya menang melalui drama tiga set dengan nilai 21-13, 11-21, dan 21-18. Ini adalah pertemuan ketiga bagi kedua pasangan setelah sebelumnya bertarung di Singapore Open dan Malaysia Open.

"Mereka nggak gampang untuk dimatiin karena rapat pukulannya, defendnya pun nggak gampang  kami matiin. Jadi bener-bener nggak gampang, dan fokusnya harus bener-bener full,” kata Nitya usai pertandingan.

"“Yang penting adalah spirit kami untuk tidak mau kalah. Mereka sudah capek, kami juga capek, jadi mungkin kuncinya ada di spirit kami di lapangan," ujar Greysia menambahkan.

Selanjutnya di semifinal, Greysia/Nitya akan bertemu pasangan Jepang, Naoko Fukuman/Kurumi Yonao. Sebelumnya mereka sudah enam kali berhadapan. Greysia/Nitya menang di lima pertemuan, dan kalah satu kali pada All England 2016 lalu.

Sayangnya kecemerlangan Greysia/Nitya tidak diikuti oleh wakil Indonesia yang lain. Tunggal Putra Tommy Sugiarto takluk dari Chen Long, 16-21 dan 14-21.

Sementara ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon kalah dari wakil Jepang, Takeshi Kamura/Keigo Sonoda. Mereka takluk 18-21, 21-17 dan 16-21 dalam waktu 71 menit.


sumber: Liputan6. com

Indonesia Sisakan Empat Wakil di Babak Perempat Final

29 April 2016 Indonesia Sisakan Empat Wakil di Babak Perempat Final

Wakil-wakil Indonesia mulai berguguran memasuki babak kedua turnamen Badminton Asia Championship 2016 di Wuhan Tiongkok. Dari 12 wakil Indonesia yang bertarung di babak kedua, Kamis 28 April, hanya empat yang berhasil melaju ke perempat final.

Keempat wakil tersebut antara lain, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, Gideon Markus Fernaldi/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Tommy Sugiarto, dan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

Tontowi/Liliyana mengamankan tiket lolos usai mengalahkan ganda campuran Tiongkok, Xu Chen/Ma Jin, 21-12 dan 21-16. Sedangkan Gideon/Kevin sukses memenangi pertarungan sengit melawan unggulan tujuh, Kim Gi Jung/Kim Sa Rang. Sempat kalah di game pertama, pasangan muda ini berhasil bangkit dan memukul balik lawannya dengan skor 13-21, 21-19 dan 21-16.

Tiket perempat final lainnya jadi milik Tommy Sugiarto yang menang cukup mudah atas wakil Thailand Boonsak Ponsana. Unggulan tujuh ini menang 21-17 dan 21-9 dalam tempo 41 menit.

Ganda putri, Greysia Polii/Nitya Krishinda merebut tiket terakhir usai mengalahkan pasangan Malaysia, Vivian Kah Mun Hoo/Khe Wei Woon lewat duel sengit tiga game, 18-21, 22-20, dan 21-11.

Sementara itu, delapan wakil lain yang harus terhempas di babak kedua ini antara lain, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Praveen Jordan/Debby Setiawan, dan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi.

Sumber: metrotvnews. com

Bermain 78 Menit, Greysia/ Nitya ke Perempat Final Asia Badminton Championship 2016

28 April 2016 Bermain 78 Menit, Greysia/ Nitya ke Perempat Final Asia Badminton Championship 2016

Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari harus bersusah payah merebut kemenangannya di babak dua Badminton Asia Championships 2016. Melawan Vivian Ka Mun Hoo/Wei Woon Khe, Malaysia, mereka harus terlibat laga panjang selama 78 menit.

Game pertama gagal diamankan Greysia/Nitya, namun mereka kemudian membalikkan keadaan di dua game berikutnya. Greysia/Nitya menang 18-21, 22-20 dan 21-11.

Di game kedua, pertandingan berjalan menegangkan. Greysia/Nitya yang unggul 6-2, balik tertinggal jadi 9-21. Pasangan Indonesia ini kemudian kembali mengejar ketertinggalan dan memimpin 18-16.

Di sisi lain, Vivian/Wei tak tinggal diam dan merebut 4 angka beruntun. Malaysia meraih match point 20-18. Greysia/Nitya tak lantas menyerah, mereka membalasnya dengan merebut 3 poin berikutnya. Greysia/Nitya akhirnya bisa menang dan memperpanjang napas hingga game ketiga, 22-20.

Pada game pamungkas, pasangan Malaysia tak bisa banyak berbuat. Posisi energi yang sama-sama terkuras di game kedua, dimanfaatkan Greysia/Nitya untuk lebih semangat berjuang. Mereka terus menekan Vivian/Wei hingga menang 21-11.

“Kami nggak bisa memungkiri, kondisi kebugaran cukup terkuras karena beberapa pertandingan beruntun untuk mengejar poin Olimpiade. Kami harus tetap fokus di lapangan. Mungkin untuk fisik, stamina dan pukulan masih bisa diakalin kalau capek. Tapi masalah fokus dan pikiran harus tetap dijaga,” kata Greysia.

Di perempat final, Greysia/Nitya masih menunggu lawan antara Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan, Korea dan Shizuka Matsuo/Mami Naito, Jepang.

“Buat besok harus siap capek di lapangan. Apalagi dengan kondisi bola yang berat, kami harus jaga kondisi biar bisa kuat,” ujar Nitya.

Greysia/Nitya menjadi satu-satunya wakil ganda putri yang lolos ke perempat final. Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi dihentikan pasangan Tiongkok Tian Qing/Zhao Yunlei, 12-21 dan 15-21. Sementara Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari kalah dari Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai, Thailand, 18-21 dan 16-21.

Sumber: badmintonindonesia. org

Tommy dan Jonatan ke Babak 2 Asia Badminton Championship, Ihsan Kalah Tipis dari Lin Dan

27 April 2016 Tommy dan Jonatan ke Babak 2 Asia Badminton Championship, Ihsan Kalah Tipis dari Lin Dan

Dua tunggal putra sudah aman ke babak dua Badminton Asia Championships 2016. Mereka adalah Tommy Sugiarto dan Jonatan Christie. Di babak pertaman, Tommy sukses atasi pemain Kazakstan, Artur Niyazov dengan cukup mudah, 21-6 dan 21-7. Menyusul kemudian, Jonatan yang berhasil menghentikan langkah Zi Liang Derek Wong, Singapura. Jonatan menang dengan skor 24-22, 16-21 dan 21-18.

Namun, meski memetik kemenangan, Jonatan mengatakan tak puas dengan penampilannya. Ia tak bisa mengeluarkan semua kemampuannya, sehingga kerap tak siap di lapangan. Tak jarang Jonatan melakukan kesalahan sendiri yang menguntungkan lawan.

“Sejujurnya hari ini saya tampil dibawah performa banget. Semuanya lagi nggak enak. Mulai gerakan kaki, pukulan, semuanya nggak enak. Saya juga terus merasa dikejar lawan, padahal seharusnya tidak boleh seperti itu. Saya jadi berasa capek di lapangan. Apalagi shuttlecock juga berat, jadi butuh tenaga ekstra. Tapi untungnya saya bisa bangkit dan memenangkan pertandingan. Di babak berikutnya saya harus mengatasi hal ini,” jelas  Jonatan.

Sementara itu, nasib berbeda dialami oleh Ihsan Maulana Mustofa. Ihsan terpaksa kalah dari unggulan dua, Lin Dan, dari Tiongkok. Ihsan kalah rubber game 9-21, 21-14 dan 19-21.

“Salahnya di game pertama saya terlalu mudah buang poin. Jadi nggak sempat buat menguras tenaganya dia dulu. Tapi di game kedua saya yakin dengan permainan saya sendiri, sama sabar di lapangan,” kata Ihsan.

Masuk di game tiga, Ihsan terus tertinggal dari Lin Dan dengan 7-11 dan 9-16. Namun Ihsan sempat membuka peluang. Ia mencoba menyusul Lin Dan hingga posisi 18 sama. Ihsan bahkan sempat membuat Lin Dan serta pendukungnya di Wuhan Sports Center Gymnasium tegang, karena unggul tipis 19-18. Sayang di tiga poin berikutnya, Ihsan banyak melakukan bola ke arah kiri, yang menjadi kekuatan Lin Dan.

“Pas 19 sama saya banyak buang ke kiri. Jadi enak buat smashnya dia,” ungkap Ihsan.

“Saya harus meningkatkan stamina dan naikin daya tahan lagi,” tambah atlet besutan Djarum Kudus tersebut.

Ihsan dan Lin Dan sudah dua kali berhadapan sebelumnya. Di Hong Kong Open 2015 dan Singapore Open 2016, Ihsan belum bisa mengatasi kehebatan Lin Dan.

Indonesia masih punya satu wakil tunggal putra yang belum bertanding. Ada Anthony Sinisuka Ginting yang akan berhadapan dengan Wong Wing Ki Vincent, Hong Kong.



Sumber: badmintonindonesia. org

Masuk Babak Utama Asia Badminton Championships, Fitriani Langsung Jumpa Saina

26 April 2016 Masuk Babak Utama Asia Badminton Championships, Fitriani Langsung Jumpa Saina

Fitriani lolos ke babak utama Badminton Asia Championships 2016. Ia menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang harus merangkak dari kualifikasi. Fitriani menang mudah dari pemain Macau, Chan Kit Lei, 21-6 dan 21-9.

“Alhamdulillah, senang rasanya bisa main di Kejuaraan Asia dan bisa lolos babak utama. Hari ini saya banyak coba-coba arah angin aja dulu. Cobain pukulan, biar lebih enak main berikutnya,” kata Fitri.

Di pertandingan pertamanya, Fitriani tampak mudah menguasai lapangan. Selain mematikan langkah Chan, Fitriani juga diuntungkan dari kesalahan yang dibuat oleh lawan.

Bisa masuk babak utama, Fitriani kemudian langsung ditantang pemain senior asal India, Saina Nehwal. Meski terpaut jauh di lapangan, Firiani berharap bisa mengeluarkan semua permainan terbaiknya.

“Langsung lawan Saina Nehwal, semoga permainan saya bisa keluar semua,” ungkap Fitri singkat.

Fitriani menyusul tiga tunggal putri lainnya, Linda Wenifanetri, Maria Febe Kusumastuti dan Hana Ramadini.

Di babak pertama, Linda akan berhadapan dengan Nitchaon Jindapol, Thailand, Febe jumpa Pusarla V. Sindhu, India, sementara Hana melawan Sayaka Sato asal Jepang.

Sumber: badmintonindonesia. org