Denmark Raih Piala Thomas Pertama Kalinya, Indonesia Runner-Up

23 May 2016 Denmark Raih Piala Thomas Pertama Kalinya, Indonesia Runner-Up

Setelah delapan kali gagal di final, tim Denmark akhirnya berhasil merebut Piala Thomas untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pada partai final yang berlangsung di Kunshan Sport Center, tim Denmark mengalahkan Indonesia dengan skor 3-2. Denmark memenangkan semua nomor tunggal sedangkan dua partai ganda diamankan Indonesia.

 

Laga terakhir yang mempertemukan Ihsan Maulana Mustofa dan Hans-Kristian Vittinghus dengan meyakinkan direbut Vittinghus dengan skor 21-15, 21-7. 

 

Sebagai pemain yang lebih berpengalaman, Vittinghus tampil lebih matang dan mengontrol kendali permainan. Sebetulnya tidak ada yang terlalu istimewa dari pemain Denmark ini, tetapi ia sangat ulet, konsisten dan jarang membuat kesalahan sendiri. Vittinghus cenderung menuggu Ihsan untuk membuat kesalahan dan poin yang ia raih banyak didapat dari kesalahan-kesalahan Ihsan.

 

Di game kedua, Ihsan tak dapat mengontrol keadaan dan kembali membuat banyak kesalahan sendiri yang semakin menguntungkan lawannya. Vittinghus yang sudah percaya diri dengan kemenangan di game pertama, makin sulit dihentikan. Sama seperti di game pertama, pemain Denmark ini banyak dapat poin ‘gratis’ dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan Ihsan. Bermain dalam tekanan, Ihsan tak dapat berbuat banyak, ia tertinggal jauh 4-11 di interval game kedua dan akhirnya menyerah di tangan Vittinghus.

 

“Saya sangat bahagia sekali akhirnya tim Denmark bisa menang Piala Thomas setelah delapan kali gagal di final. Sebuah kehormatan untuk saya diturunkan di laga final dan saya bisa menjadi penentu kemenangan tim Denmark,” kata Vittinghus yang tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya.

 

“Ihsan memang bermain dalam tekanan, kalau tidak tegang, saya rasa pertandingan akan lebih ramai. Saya sudah lihat permainan dia sebelumnya dan menurut saya dia adalah pemain yang bagus. Di awal permainan saya juga tegang, tetapi saya bisa mengatasinya. Saya lihat Ihsan sulit mendapatkan poin, pertahanan saya juga bagus. Saya betul-betul mempersiapkan diri dengan situasi seperti ini,” tutur Vittinghus. 

“Kami bangga dengan tim kami, ditengah berbagai kondisi termasuk pemain cedera, tim kami bisa memenangkan Piala Thomas,” ucap Lars Uhre, Manajer Tim Denmark.

 

Berikut hasil pertandingan tim Thomas Indonesia melawan Denmark :

 

Tommy Sugiarto vs Viktor Axelsen 17-21, 18-21

Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Mads Pieler Kolding/Mads Conrad-Petersen 21-18, 21-13

Anthony Sinisuka Ginting vs Jan O Jorgensen 17-21, 12-21

Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi vs Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen 21-16, 21-14

Ihsan Maulana Mustofa vs Hans-Kristian Vittinghus 15-21, 7-21

Sumber: badmintonindonesia. org

Susunan Tim Uber Indonesia vs Thailand

17 May 2016 Susunan Tim Uber Indonesia vs Thailand

Tim Uber Indonesia siang ini (Selasa, 17/5) akan menjalani pertandingan terakhir di penyisihan grup C Piala Uber 2016 melawan Thailand. Pertandingan ini tak lagi menentukan, artinya apapun hasilnya, putri-putri Indonesia tetap memastikan tiket perempat final. Namun, jika menang lawan Thailand, maka Indonesia akan menjadi juara grup dan jalan di perempat final akan lebih lapang.

 

“Kami mencoba untuk realistis, bukannya kalah sebelum bertanding, namun memang berat melawan tim Uber Thailand. Di atas kertas, mereka lebih unggul dari kami, akan tetapi peluang itu tetap saja ada,” kata Rexy Mainaky, Manajer Tim Thomas dan Uber Indonesia.

 

Memang bukan hal mudah bagi tim Uber Indonesia menghadapi Thailand. Tim yang dimotori oleh Juara Dunia 2013 Ratchanok Intanon ini memiliki kekuatan cukup merata di sektor tunggal putri. Tak heran jika Thailand kerap mengatur susunan tim agar tiga tunggal mereka turun terlebih dahulu. Sektor ganda Thailand memang tak sekuat tunggalnya.

 

Sebaliknya, Indonesia akan mengandalkan dua sektor ganda putri dan mencari peluang untuk mencuri poin di tunggal putri. Pasangan Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari yang biasanya turun di ganda kedua, kali ini didaulat menjadi ganda pertama. Rekor pertemuan kedua pasangan sementara imbang 1-1. Di Singapore Open Super Series 2016, Della/Rosyita menang dengan skor 21-19, 25-23. Pasangan Thailand kemudian membalas di Badminton Asia Championships 2016, juga dengan dua game langsung, 21-18, 21-16.

 

“Nomor ganda masih menjadi andalan, ganda putri Indonesia berpeluang ambil dua poin, satu poin lagi dari tunggal putri,” tambahnya.

 

“Semoga tim Uber Indonesia lebih termotivasi lagi pada pertandingan melawan Thailand,” tutur Rexy.

 

Nama Gregoria Mariska ada di daftar pemain tunggal putri yang turun melawan Thailand. Ini adalah laga pertama pemain muda ini selama Piala Uber 2016.

 

“Saya berterima kasih kepada tim atas kepercayaan yang sudah diberikan kepada saya. Semoga saya bisa bermain maksimal, mengeluarkan semua kemampuan saya dan bisa menyumbangkan angka untuk tim Uber Indonesia,” ucap Gregoria.

 

Berikut susunan Tim Uber Indonesia vs Thailand:

 

Maria Febe Kusumastuti vs Ratchanok Intanon
Della Destiara Haris/Rosyita Eka Putri Sari vs Sapsiree Taerattanachai/Puttita Supajirakul

Hanna Ramadini vs Busanan Ongbumrungphan

Tiara Rosalia Nuraidah/Anggia Shitta Awanda vs Jongkolphan Kittiharakul/Rawinda Prajongjai

Gregoria Mariska vs Nitchaon Jindapol

Sumber: Badmintonindonesia org

Tekuk Hong Kong, Indonesia ke Perempat Final Piala Uber

16 May 2016 Tekuk Hong Kong, Indonesia ke Perempat Final Piala Uber

Tim Uber Indonesia dipastikan melangkah ke babak perempat final Piala Uber 2016 setelah mengalahkan Hong Kong 3-2 di Kunshan Sport Center, China, Senin (16/5). Indonesia tinggal memperebutkan posisi juara Grup C dengan Thailand.

Indonesia tertinggal 0-1 di laga pertama setelah tunggal putri Maria Febe Kusumastuti kalah tiga gim dari Yip Pui Yin 19-21, 21-12, dan 18-21. Febe sebenarnya memberikan perlawanan ketat.

Sempat tertinggal 7-11 di gim pertama, ia mengejar 11-12 dan bahkan menyamakan kedudukan menjadi 17-17. Febe hampir merebut gim pertama sebelum Yip menyalip 16-18 menjadi 19-19. Yip mengunci gim pertama 21-19. 

Febe yang mengandalkan permainan reli di gim kedua bermain tenang untuk menang mudah dengan skor 21-18. Febe sempat unggul 15-14 di gim ketiga, namun Yip kembali menyalip di angka 18-18 dan menyudahi perlawanan Febe dengan skor 21-19. 

Febe mengakui bahwa ia merasakan kelelahan jelang gim ketiga akan dimulai. "Di akhir gim kedua, tangan saya mulai gemetaran. Dalam tipe duel seperti ini, siapa yang bisa lebih menahan kelelahan, maka dia yang akan menang," ujar Febe.

Pada partai kedua, Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat pasangan Greysia Polii/Anggia Shitta Awanda yang menang mudah melawan pasangan Tse Ying Suet/Yuen Sin Ying. Greysia semula berpasangan dengan Nitya Krishinda yang absen dari Piala Uber karena cedera. Tapi kali ini ia dipasangkan dengan Anggia. 

Keputusan untuk menurunkan Greysia sendiri terbilang tepat. Pasangan ini menang cepat 21-10 di gim pertama, dan juga tanpa kesulitan menang 21-16 di gim kedua. 

Greysia mengatakan salah satu kunci kemenangannya adalah faktor mental seperti ketenangan dan kepercayaan diri. Ia juga mengungkapkan tak punya rahasia khusus menang di laga pertamanya bersama Anggia.

"Setiap pemain ganda harus siap untuk dipasangkan dengan siapapun di turnamen semacam Piala Uber. Tak ada persiapan khusus sebelum keberangkatan pasca kabar Nitya cedera. Namun dalam keseharian latihan, pemain ganda putri memang sering bermain dengan pemain yang berbeda," tuturnya.

Di partai ketiga, Indonesia menurunkan Fitriani untuk melawan Ngan Yi Cheung. Sempat ditekuk 16-21 di gim pertama, Fitriani menunjukkan kemampuan bertahan yang sempurma di gim selanjutnya. Ia pun sukses menang telak 21-12.

Di gim penentuan Fitirani kembali menunjukkan kengototan dan terjadi kejar-kejaran angka. Namun, Ngan Yi Cheung menguncinya di angka 16 dan memberikan poin kedua untuk Hong Kong. 

Dalam posisi terjepit 1-2, Indonesia mendapatkan poin kedua kembali lewat sektor ganda. Della Destiara/Rosyita Eka dan Tsz Yau Ng/Nga Ting Yeung menang mudah dua gim langsung 21-16 dan 21-8. 

Pada pertandingan penentuan, Hanna Ramadini memastikan langkah tim Uber putri Indonesia ke perempat final usai menaklukkan Ng Wing Yung dua set langsung 21-16 dan 21-11.

Mendominasi jalannya set pertama, Hanna sempat unggul cukup jauh pada kedudukan 14-9 sebelum akhirnya memastikan kemenangan pada set pertama 21-16.

Dominasi Hanna terhadap pebulutangkis Hongkong itu terus berlanjut pada set kedua. Melaju mulus dan sempat unggul 16-8, pebulutangkis tunggal putri Indonesia itu akhirnya berhasil memastikan kemenangan dengan kedudukan 21-11.

Selanjutnya Indonesia akan menghadapi Thailand untuk memperebutkan posisi juara Grup C, Selasa (17/5).

Sumber: CNN Indonesia

Begini Cara Rexy Mainaky Semangati Pemain Muda

14 May 2016 Begini Cara Rexy Mainaky Semangati Pemain Muda

Kebersamaan adalah sebuah hal yang sangat ampuh dalam membentuk tim yang solid. Hal inilah yang dijaga tim Thomas dan Uber selama mengikuti pertandingan Piala Thomas dan Uber 2016 di Kunshan, Tiongkok. Tak jarang pemain-pemain senior memberikan masukan atau sekadar bercerita kepada juniornya mengenai pengalaman mereka bertanding.

Seperti yang dilakukan Rexy Mainaky, mantan pemain ganda putra terbaik dunia yang pernah berpasangan dengan Ricky Soebagdja. Saat sesi berkumpul bersama pemain, Rexy menceritakan pengalamannya saat bertanding di Piala Thomas tahun 1998, di Kuala Lumpur, Malaysia.

“Kala itu suasana negara sedang genting karena ada kerusuhan tahun 1998. Saat tanding itu konsentrasi kami terpecah antara pertandingan dan mikirin keluarga di Jakarta,” cerita Rexy.

“Namun justru ini menjadi semangat buat kami untuk membela negara Indonesia,” tambahnya. Tim Thomas 1998 memetik kemenangan 3-2 atas tuan rumah Malaysia.

Rexy juga menceritakan kisah adik-adik juniornya yang ia sebut dengan ‘tukang laundry’. Kala itu, ada beberapa pemain muda yang ikut ke Kuala Lumpur untuk mensupport tim Thomas Indonesia, diantaranya Tony Gunawan dan Taufik Hidayat. Karena masih tergolong muda, kedua pemain ini diberi tugas untuk mencuci baju para seniornya dan tugas-tugas lain seperti membawa kardus shuttlecock ke tempat latihan, menyediakan air mineral untuk seniornya dan sebagainya.

“Tahun 1998, seorang Tony Gunawan dan Taufik Hidayat itu jadi tukang laundry, mereka membantu kami mencuci dan menjemur pakaian senior yang sedang bermain di Piala Thomas. Mereka memang sengaja diajak ke Kuala Lumpur untuk menimba pengalaman dan belajar dari senior bagaimana bertanding di event beregu,” kata Rexy.

“Tetapi dua tahun kemudian, bisa kita lihat sendiri bagaimana seorang Taufik Hidayat tampil begitu brilian dan menjadi penentu kemenangan tim Thomas. Begitupun Tony yang ikut menyumbang poin,” ujarnya.

Pada final Piala Thomas 2000, Indonesia meraih Piala Thomas untuk keduabelas kalinya setelah memetik kemenangan telak 3-0 atas Tiongkok. Hendrawan yang kala itu menjadi tunggal pertama, mengalahkan Xia Xuanze dengan skor 1-11, 15-2, 15-3. Poin kedua direbut pasangan Rexy Mainaky/Tony Gunawan atas Yu Jinhao/Chen Qiqiu, 15-9, 15-2. Taufik menjadi pahlawan tim Thomas Indonesia usai membungkam Ji Xinpeng dengan skor 15-9, 17-14.

“Jadi untuk pemain-pemain muda, manfaatkanlah kesempatan bertanding di Piala Thomas dan Uber ini sebaik-baiknya. Siapa tahu dua tahun kedepan, kalian yang akan menjadi ujung tombak atau penentu kemenangan tim,” tutur Rexy.

“Pemain itu harus punya ambisi mencetak sejarah, kompak dan punya keinginan. Hal ini akan menambah semangat dan menyingkirkan keragu-raguan,” ucap Rexy.

Nama-nama seperti Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, Gregoria Mariska, Fitriani dan Hanna Ramadini, Kevin Sanjaya Sukamuljo, Marcus Fernaldi Gideon, Anggia Shitta Awanda, Ni Ketut Mahadewi Istarani, Rosyita Eka Putri Sari memang baru pertama kali mengikuti putaran final Piala Thomas dan Uber. Namun beberapa diantara mereka sudah ada yang melakukan ‘pemanasan’ di Asia Team Championships 2016 pada Februari lalu.

“Saya berterima kasih kepada tim yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk menjadi bagian tim Uber 2016. Saya berharap bisa memberikan yang terbaik dan mengeluarkan kemampuan saya,” kata Gregoria yang merupakan pemain termuda di tim Indonesia. 

“Walaupun kami yang muda-muda belum pernah juara turnamen sekelas super series, namun kami harus tetap punya keyakinan bisa tampil bagus di Piala Uber. Semoga kami bisa,” tambah Ketut dari tim ganda putri.

Tim Thomas Uber Indonesia Tiba di Kunshan

13 May 2016 Tim Thomas Uber Indonesia Tiba di Kunshan

Pasukan Piala Thomas dan Uber Indonesia telah tiba di Kunshan, Tiongkok, tempat penyelenggaraan ajang perebutan supremasi beregu putra dan putri Piala Thomas dan Uber 2016. Tim yang berjumlah 20 orang atlet ini tiba sekitar pukul 10.30 waktu Kunshan setelah menempuh penerbangan selama lima jam dari Jakarta menuju Shanghai, dilanjutkan dengan perjalanan darat selama 90 menit menuju Kunshan.

Kondisi cuaca di Kunshan cukup bersahabat dengan suhu udara sekitar 26 derajat Celcius. Setibanya di Swissotel Hotel Kunshan yang merupakan hotel ofisial peserta Piala Thomas dan Uber, tim Indonesia makan siang bersama dan istirahat sejenak usai perjalanan yang cukup panjang.

Pukul 15.00 nanti rencananya tim Indonesia akan kembali berkumpul untuk melangsungkan sesi latihan perdana di Kunshan. Sesi latihan pertama ini akan dilangsungkan di gedung bulutangkis yang sudah disewa khusus oleh tim ofisial Indonesia. Tim Indonesia dijadwalkan untuk menjajal arena pertandingan di Kunshan Sport Center Stadium pada esok hari, (Jumat, 13/5) pagi. 

"Hari ini kami akan mulai latihan pertama di Kunshan, sesi latihan ini lebih ditujukan untuk recovery setelah perjalanan jauh, jadi intensitasnya tidak akan terlalu berat," kata Achmad Budiharto, Chef de Mission tim Piala Thomas dan Uber Indonesia.

"Kondisi cuaca di Kunshan tak jauh beda dengan di Jakarta, jadi sejauh ini sih tidak ada masalah," tambah Wakil Sekretaris Jenderal PP PBSI ini.

Tim Indonesia mulai bertanding pada Sabtu (15/5). Tim Uber akan berhadapan dengan Bulgaria pada penyisihan grup C, pukul 08.30. Sedangkan tim Thomas melawan Hong Kong pada malam harinya pukul 19.00 waktu Kunshan.

Sumber: badmintonindonesia. org