Wakil Ganda Putra Indonesia Rebut Tiket Final Fuzhou China Open 2019

10 November 2019 Wakil Ganda Putra Indonesia Rebut Tiket Final Fuzhou China Open 2019

Turnamen bulu tangkis Fuzhou China Open 2019 yang digelar di Haixia Olympic Center, 5-10 November sudah memasuki babak semifinal. Wakil ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo melangkah ke babak final turnamen bulu tangkis Fuzhou China Open 2019 yang diselenggarakan di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, China. Dalam pertandingan semifinal yang berlangsung pada Sabtu (9/11), melansir laman BWF, pasangan yang dijuluki Minions itu menumbangkan ganda putra asal India Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dalam dua gim berdurasi 40 menit dengan skor 21-16, 22-20.

Gim pertama berjalan cukup mudah bagi Marcus/Kevin. Meskipun di awal permainan pasangan India tersebut sempat memimpin pertandingan, usai kedudukan imbang 7-7, Minions melesat terus hingga akhirnya memenangkan gim pertama dengan perolehan 21-16. Masuk di gim kedua, Rankireddy/Shetty memberikan perlawanan yang lebih kuat dari sebelumnya. Keduanya pun kejar-mengejar sepanjang pertandingan. Namun lagi-lagi Minions membuktikan keunggulannya dan memengkan gim kedua dengan skir penutup 22-20. Dengan demikian, maka Marcus/Kevin yang kini menduduki rangking pertama dunia itu dapat melanjutkan ke laga puncak turnamen bulu tangkis level Super 750 berhadiah total sebesar 700.000 dolar Amerika Serikat tersebut. Marcus/Kevin dan Rankireddy/Shetty tercatat sudah pernah bertemu di tujuh turnamen sebelumnya. Dari ketujuh pertemuan itu, Minions belum pernah sekalipun kalah dari pasangan India tersebut. Selanjutnya di babak final Fuzhou China Open 2019 yang akan digelar pada Minggu (10/11) besok, belum diketahui lawan yang akan dihadapi oleh Minions karena masih menunggu hasil pertandingan antara unggulan ke-empat Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda melawan Aaron Chia/Soh Wooi Yik dari Malaysia.

sumber : indozone.id

foto : photo/badmintonindonesia.or

Results Update of Fuzhou China Open 2019 (World Tour Super 750) Day 3

8 November 2019 Results Update of Fuzhou China Open 2019 (World Tour Super 750) Day 3

Akhirnya hanya Jonatan Christie wakil tunggal putra Indonesia yang melaju ke babak dua Fuzhou China Open 2019, sementara Tommy Sugiarto harus menuai nasib yang berbeda menyusul Anthony Sinisuka Ginting.

Langkah Jonatan ke babak 16 besar setelah mengalahkan kompatriotnya, Shesar Hiren Rhustavito dengan skor 21-18 dan 21-17, hari Rabu (6/11) di Fuzhou, China.

Kandasnya Tommy, seperti nasib Anthony pada babak pertama hari Selasa (5/11), saat dikalahkan wakil Hong Kong, Ng Ka Long Angus dengan skor 18-21 dan 9-21.

Tommy harus mengakui keunggulan tunggal putra India, Sai Praneeth, dalam pertandingan berdurasi 52 menit. Tommy dihentikan Praneeth usai berjuang tiga game dengan skor 21-15, 12-21 dan 10-21.

Tampil cukup baik di game pertama, performa Tommy justru menurun di game kedua. Ia banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuat Praneeth begitu mudah mengumpulkan poin demi poin.

“Di game pertama saya main lebih safe dan nggak banyak mati sendiri. Beda dengan di game kedua dan ketiga. Saya merasa kurang fokus dan pertahanan saya kurang rapat. Saya malah banyak membuka peluang bagi Sai,” kata Tommy kepada Badmintonindonesia.org.

“Saya tidak bisa menerapkan permainan seperti di game pertama. Saat tertinggal di game kedua pun saya terbawa irama permainan lawan,” ujar Tommy.

“Performa saya masih naik-turun karena latihan saya memang nggak seintensif dulu di pelatnas. Memang ini tantangannya menjadi pemain profesional,” ujarnya.

Sementara itu, turnamen Fuzhou China Open 2019 seri HSBC BWF World Tour Super 750 berhadiah total US$ 750,000 ini, akan menjadi turnamen terakhir Tommy di tahun ini. Tommy tidak akan ambil bagian di turnamen Hong Kong Open 2019 yang akan dilangsungkan pekan depan.

“Dari awal memang plan-nya nggak ikut ke Hong Kong Open, setelah ini saya akan langsung pulang ke Jakarta, rehat sebentar dan menyusun rencana turnamen untuk tahun depan,” ujar Tommy mengakhiri pembicaraan.

Sementara itu di babak dua hari ini (Kamis, 7/11), Jonatan akan bertemu dengan wakil Hong Kong, Lee Cheuk Yiu Hong Kong yang kemarin mengalahkan andalan Inidia, Sameer Verma dengan skor 21-18 dan 21-18.

Tiga pertemuan pernah dilakoni Jonatan melawan Lee, dua kekalahan dialaminya. Namun, terakhir bertemu pada ajang Yonex French Open 2019, Jonatan mengalahkan Lee usai laga tiga game dengan skor 17-21, 22-20, dan 21-15.

sumber : bulutangkis.com

foto : 

Greysia: “Kami benar-benar under perform”

7 November 2019 Greysia: “Kami benar-benar under perform”

Greysia Polii menilai penampilan mereka di Fuzhou China Open 2019, benar-benar mengecewakan dan jauh dari harapan. Langkag Greysia bersama pasangannya Apriyani Rahayu harus tersingkir di babak satu saat menghadapi ganda Malaysia, Chow Mei Kuan/ Lee Meng Yean.

Pada laga babak saru kemarin (Rabu, 6/11) di Fuzhou, China, Greysia/Apriyani ditaklukkan Chow/Lee, dengan skor 19-21 dan 16-21.

Tak tampil seperti biasanya, Greysia/Apriyani bermain dalam kontrol lawan dan tak dapat keluar dari tekanan. Chow/Lee mengatur ritme permainan dan banyak menyulitkan pergerakan Greysia/Apriyani.

Pada game pertama, Greysia/Apriyani memimpin perolehan skor di game pertama pada kedudukan 16-13, namun saat Chow/Lee menyamakan kedudukan menjadi 17-17, Greysia/Apriyani kembali dalam tekanan.

“Penampilan kami benar-benar under perform, sangat mengecewakan dan jauh dari harapan. Di pertandingan tadi, aura untuk menangnya nggak dapet,” sebut Greysia setelah pertandingan.

“Pasangan Malaysia punya pertahanan yang rapat, mereka pemain yang ulet. Tidak mudah juga menembus pertahanan mereka,” jelas Apriyani kepada Badmintonindonesia.org.

“Pastinya kami akan ada usaha untuk memperbaiki diri, kita lihat saja dalam tiga bulan ke depan. Mudah-mudahan kami bisa mengatasinya,” sebut Greysia.

Kekalahan ini memastikan skuat ganda putri gagal mengirim wakil ke babak dua turnamen seri HSBC BWF World Tour Super 750. Pasangan Rizki Amelia Pradipta/Della Destiara Haris juga terhenti di babak pertama dari unggulan keempat asal Jepang, Misaki Matsutomo/ Ayaka Takahashi, dengan skor 9-21 dan 6-21. 

sumber : bulutangkis.com

foto : admin

(Fuzhou China Open 2019) Gregoria Melaju, Fitriani Terhenti

5 November 2019 (Fuzhou China Open 2019) Gregoria Melaju, Fitriani Terhenti

(Fuzhou, 5/11/2019)
Gregoria Mariska Tunjung berhasil melewati tantangan pertama di ajang Fuzhou China Open 2019 usai menundukkan Zhang Beiwen (Amerika Serikat), dengan skor 22-20, 19-21, 21-17.

Meskipun berhasil menang atas Zhang, Gregoria mengaku tak tampil di permainan terbaiknya. Seringkali ungguli lawan, Gregoria akhirnya malah tersusul. Dari segi permainan pun, Gregoria mengatakan bahwa masih banyak yang harus ia tingkatkan di laga selanjutnya.

“Waktu leading jauh dan terkejar lawan, itu karena variasi pukulan lawan saat itu lebih banyak. Sekarang dia banyak berani reli, bukan banyak menurunkan bola terus seperti biasanya. Sementara saya banyak buang kesempatan saat reli, banyak kesalahan sendiri,” ucap Gregoria kepada Badmintonindonesia.org.

“Hari ini cara main saya malah menyusahkan saya sendiri, polanya nggak dapet, footwork-nya nggak dapet. Mainnya jadi capek sendiri. Puji Tuhan bisa menang tapi saya masih belum puas dengan penampilan saya hari ini,” lanjutnya.

Pada babak kedua, Gregoria bakal dapat tantangan yang lebih berat lagi. Ia akan berhadapan dengan pemenang antara Tai Tzu Ying (Taiwan) atau Carolina Marin (Spanyol).

“Dua-duanya lawan yang tidak mudah. Saya harus siap semuanya, harus siap capek, lebih tenang di lapangan dan bisa jaga fokus. Dari segi kecepatan juga harus konsisten sampai akhir game,” komentar Gregoria soal laga besok.

“Di lapangan harus lebih tenang, kalau sudah unggul sebisa mungkin jangan mati sendiri, karena cari poinnnya nggak gampang juga,” tambahnya.

Sementara itu, Fitriani tak dapat mengikuti langkah Gregoria ke babak kedua. Ia harus mengakui keunggulan Nitchaon Jindapol (Thailand), dengan kekalahan straight game, 12-21, 11-21. (*)

11/5/2019
Oleh Widya Amelia

Catatan Ringan Untuk PraMel dan Jojo

4 November 2019 Catatan Ringan Untuk PraMel dan Jojo
Congrats buat PraMel, akhirnya konsistensinya mulai terbentuk. Bersyukur banget mereka bisa ngasih 2 gelar (Denmark Open 2019 dan French Open 2019) berurutan setelah indisipliner yang didapatkan. Semoga makin haus gelar kedepannya.

Teringat kembali, dulu sebelum pasangan ini dipasangkan, setahun sebelumnya di Fordis Bulutangkis.com, saya pernah komen kalau pasangan ini dibentuk akan sangat mematikan jika keduanya menjalankan perannya dengan baik. Kepingin yang gedorannya keras banget ditambah skill netting Melati yang sangat baik.

Di awal karir hasilnya lumayan, namun inkonsistensi dari mereka di awal tahun sempat membuat banyak Badminton Lovers (BL) geram dan gak percaya dengan pasangan ini. Akhirnya, setelah mendapat kritik tajam dari pelatih, akhirnya pasangan ini menyadari bahwa mereka akan menjadi salah satu tumpuan XD (ganda campuran) Indonesia sepeninggal Liliyana dan Debby. Semoga makin haus gelar dan pasangan XD yang lain semakin termotivasi.

Buat Jonatan, selamat buat Runner Up-nya (French Open 2019), walau sangat disayangkan, tapi aku tetap percaya Jonatan akan matang di waktu yang tepat. Setidaknya dia terus berprogres. Gak apa-apa runner up itu hasil yang cukup baik kok, yang penting jangan cepat puas dan mau terus memperbaiki diri. Usia juga masih muda. Tadi Steen juga bilang dia gak terlalu peduli dengan head to head Jojo lawan Chen Long karena juga pertemuannya banyak di usia Jonatan yang masih belasan.

Biarkan proses yang mematangkan Jonatan, kayak PraMel yang juga harus 6 kali menempati posisi runner up baru bisa menikmati buahnya sekarang

Satu strategi buat Jojo ngalahin Chen Long yang menurut aku patut dicoba. Tipe main Jojo dan Chen Long ini sama, tapi kualitas kesabaran dan main save-nya masih unggul di Chen Long. Jadi kalau Jojo main di pola yang sama, alhasil sulit buat pecah telor.

Dari pengamatanku yang sekedar BL ini, Chen Long gak nyaman ketemu dengan tipe main seperti Ginting dan Lin Dan yang banyak mengecoh bola dan menyerang. Jadi, Jojo harus belajar untuk belajar pola intercept ala-ala Ginting, Tai Tzu Ying. Harus nguatin pergelangan tangan sehingga bisa merusak pola mainnya Chen Long yang textbook. Chen Long ini tipe Chen Yu Fei kalau di WS (tunggal putri). Dan Chen Yu Fei hampir gak berkutik lawan Tai Tzu Ying yang mainnya penuh tipu muslihat dan pergelangan tangan yang kuat.

So, Jojo harus bisa merusak pola main Chen Long yang sangat save dengan perbanyak intercept bola, kuatin pergelangan tangan adalah keharusan. Adu kuat-kuatan pasti kalah dengan Chen Long yang tenaganya badak.

Steen aja mention kemaren kalau dia selama ini gak pernah lihat Chen Long kelelahan dalam match yang dia tonton. Jadi, lawan Chen Long bukan main save-save-an, tapi bola tipu dan kedut-kedutan. Tadi beberapa kali dan sangat berhasil ngecat Chen Long. Sayang cuma sesekali Jojo melakukannya. (B2b)