Thailand Resmi Jadi Tuan Rumah Seri Asia, Tapi Digelar Tahun Depan

29 September 2020 Thailand Resmi Jadi Tuan Rumah Seri Asia, Tapi Digelar Tahun Depan

Jakarta | Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) akhirnya resmi menetapkan Thailand sebagai tuan rumah untuk tiga turnamen seri Asia di sisa musim kompetisi 2020. Tapi, ketiga turnamen seri Asia tersebut akan digelar tahun depan, tepatnya pada Januari 2021. Artinya, musim kompetisi 2020 akan berakhir pada awal tahun depan.

BWF sangat mengapresiasi kerja sama Asosiasi Bulutangkis Thailand (BAT) dan dukungan serta kontribusi Pemerintah Negeri Gajah Putih dalam berkomitmen terhadap langkah penting ini sebagai bagian dari dimulainya kembali turnamen bulutangkis internasional kejuaraan Asia Open I 2020 BWF World Tour Super 1000, Asia Open II 2020 BWF World Tour Super 1000 dan BWF World Tour Finals 2020.

Asia Open I 2020 BWF World Tour Super 1000 rencananya bakal digelar 12 hingga 17 Januari 2021 mendatang. Sedangkan Asia Open II 2020 BWF World Tour Super 1000 dilangsungkan pada 19 hingga 24 Januari 2021. Lalu, turnamen penutup BWF World Tour Finals 2020 akan dihelat tiga hari setelahnya. Yakni pada 27 hingga 31 Januari 2021.

Keputusan untuk menggelar tiga turnamen seri Asia musim kompetisi 2020 di Januari 2021 tak lepas dari kesepakatan yang telah dibuat BWF, BAT dan otoritas pemerintah Thailand. Selain itu, dewan BWF juga menyepakati bahwa tiga seri Asia yang sejatinya bakal dihelat pada November nanti sudah tidak lagi menjadi pilihan yang layak, baik dalam dalam menjamin standar turnamen maupun mengamankan semua pengaturan logistik bagi setiap pemain, ofisial dan pihak yang bertugas.

BWF akan mempublikasikan informasi lanjutan terkait protokol keselamatan dan prosedur operasi selama turnamen serta dampak atas peringkat dunia.

“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Asosiasi Bulutangkis Thailand dan Pemerintah Thailand untuk memungkinkan ini. Kami berharap dapat bekerja sama dengan tuan rumah dan semuanya dalam membuat ini sukses,” tulis pernyataan BWF dalam surat terbuka yang dikeluarkan Jumat (25/9).

sumber/kutipan dari djarumbadminton.com 

Ganda Putra Malaysia Percaya Diri Turun di Seri Asia

28 September 2020 Ganda Putra Malaysia Percaya Diri Turun di Seri Asia

Jakarta | Ganda putra nomor satu Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik optimistis bisa turun di tiga kejuaraan seri Asia yang dijadwalkan berlangsung pada November 2020 mendatang. Keyakinan Aaron semakin bulat setelah Thailand mencalonkan diri menjadi tuan rumah pelaksanaan tiga turnamen bergengsi tersebut.

Bila Thailand resmi menjadi tuan rumah di seri Asia, Aaron juga optimistis bila kejuaraan Asia Open I 2020 BWF World Tour Super 1000, Asia Open II 2020 BWF World Tour Super 1000 dan BWF World Tour Finals akan menarik banyak atlet elite untuk ambil bagian.

“Saya harap seri tur Asia bisa mengumpulkan pemain-pemain kelas dunia agar semua bisa tampil kompetitif sesegera mungkin,” kata Aaron Chia sebagaimana dilansir BolaSport.com dari media Malaysia, The Star.

“Saya tahu panitia di Thailand akan menempatkan pemain dan ofisial di hotel khusus agar bisa menginap, makan dan berlatih di sana untuk menghindari kontak dengan orang luar,” tambah runner up All England 2019 BWF World Tour Super 1000 itu.

Ganda putra ranking sembilan dunia itu benar-benar berharap bila kejuaraan seri Asia bisa dihelat di Thailand. Sebab menurutnya, otoritas Negeri Gajah Putih dianggap sudah berhasil mengendalikan dan menekan angka penyebaran virus korona.

“Menurut saya, tidak ada masalah bagi Thailand untuk menggelar turnamen Asia. Situasi wabah covid-19 di sana sangat terkendali. Saya sendiri cukup percaya diri untuk bertanding di sana. Thailand aman kalau dibandingkan dengan Denmark yang ada ratusan kasus baru per hari,” ucapnya.

“Sikap orang Eropa terhadap situasi ini sangat berbeda dengan di Asia. Mereka mungkin lebih menganggap ringan kondisi pandemi, tetapi di Asia tidak demikian,” tandasnya.

sumber/kutipan dari djarumbadminton.com 

Sapu Bersih Kemenangan pada Simulasi Piala Uber, Komang Ayu Cukup Puas

27 September 2020 Sapu Bersih Kemenangan pada Simulasi Piala Uber, Komang Ayu Cukup Puas

Pebulutangkis muda Indonesia, Komang Ayu Cahya Dewi, mengaku cukup puas atas pencapaian yang dia torehkan saat tampil pada Simulasi Piala Uber 2020. Tampil bersama tim Rajawali, Komang Ayu Cahya Dewi  berhasil menyapu bersih kemenangan pada tiga laga yang dia mainkan.

Komang mencatat kemenangan pertama saat berhadapan dengan wakil tim Garuda, Aisyah Sativa Fatetani.

Pemain berusia 17 tahun itu berhasil mengalahkan Aisyah melalui permainan dua gim langsung dengan skor telak, 21-14, 21-10.

Pada pertandingan selanjutnya, Komang berhadapan dengan Ester Nurumi Tri Wardoyo yang merupakan wakil tim Banteng.

Kali ini, Komang mengatasi permainan Ester setelah berduel sengit dalam rubber game yang berakhir dengan skor 21-19, 17-21, 21-19. 

Terakhir, Komang berhasil menaklukan perwakilan tim Harimau, Bilqis Prasista, melalui straight game dengan skor 21-9, 21-18.

"Untuk keseluruhan, saya menilai permainan saya di turnamen ini sudah lumayan bagus mainnya," kata Komang, dikutip BolaSport.com dari Djarumbadminton.com.

"Namun, masih ada yang kurang. Misalnya, defense saya harus diperkuat lagi dan fokus saya harus ditingkatkan lagi. Soalnya, sering hilang fokus di poin-poin akhir," ujar Komang lagi.

Lebih lanjut, pemain jebolan PB Djarum Kudus itu mengungkapkan bahwa tiga kemenangan yang diraih pada Simulasi Piala Uber 2020 tak lepas dari motivasi untuk membuktikan diri serta keinginan menyumbang poin untuk tim.

"Motivasi saya di turnamen ini, ya ingin membuktikan diri saja, bahwa saya bisa menyumbang poin untuk tim," ujar Komang.

"Kuncinya semangat, nggak mau beban. Karena kalau beban pasti tegang, apalagi ini turnamen beregu. Jadi, ya semangat saja," ucap dia menambahkan.

sumber dan kutipan dari bolasport.com 

Gelar Asia Open, Thailand Catat Sejarah Baru Bulutangkis

26 September 2020 Gelar Asia Open, Thailand Catat Sejarah Baru Bulutangkis

Resmi menjadi tuan rumah dari turnamen Asia Open, Thailand sukses catatkan sejarah baru di bulutangkis, apa itu?

Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) pada Jumat (25/09/20) lalu diketahui resmi mengumumkan Thailand sebagai tuan rumah dari turnamen seri Asia yang digelar pada Januari 2021 mendatang.

Dilansir dari situs olahraga Siam Sports, kesempatan menjadi tuan rumah dari turnamen seri Asia mulai dari Asia Open I, Asia Open II dan BWF World Tour Finals membuat Thailand menciptakan sebuah sejarah baru di mana mereka menggelar tiga kompetisi bulutangkis internasional sekaligus secara beruntun.

Diketahui kompetisi Asia Open I akan bergulir pada 12 - 17 Januari 2021, Asia Open II akan bergulir pada 19 - 24 Januari dan yang terakhir BWF World Tour Finals pada 27-31 Januari mendatang.

Ini tentunya menjadi kesempatan yang sangat bagus, mengingat turnamen bulutangkis internasional seri Asia merupakan kompetisi tingkat tinggi, dimana Asia Open termasuk dalam kategori Super 1000, sedangkan BWF World Tour Finals merupakan kompetisi tertinggi dalam penutupan seri Open.

Diketahui untuk bisa menggelar turnamen seri Asia, Asosiasi Bulutangkis Thailand (BAT) sebelumnya telah berkoordinasi dengan semua sektor terkait mulai dari antor Dewan Keamanan Nasional Center for the Outbreak of Coronavirus 2019 (COVID-19) atau Kementerian Dalam Negeri,

Kemudian menghubungi Kantor Perdana Menteri Kementerian Luar Negeri, Departemen Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Masyarakat Kementerian Pariwisata dan Olahraga Otoritas Olahraga Thailand sebagai tindakan pencegahan penyakit bagi atlet dari negara luar yang datang untuk bertanding agar terus berada dalam pengawasan.

"Manajemen Final Tur Dunia dan Tur Dunia Super 1000, keduanya acara ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Thailand dan dunia. Belum pernah ada bangsa yang diberi kesempatan untuk menyelenggarakan perlombaan seperti itu," katanya.

"Ini membuktikan Thailand berpotensi menyelenggarakan kompetisi kelas dunia, dan diakui di seluruh dunia dalam menangani COVID-19," ujar Khunying Patam Leeswadtrakul, Ketua Umum BAT.

Disebutkan lebih lanjut lagi, Ketua Umum BAT, Khunying Patam Leeswadtraku menyebut menjadi sebuah kehormatan bagi Thailand mendapat kepercayaan dari para pemain bulutangkis top dunia untuk menjadi tuan rumah Asia Open yang tetap akan mengutamakan kesehatan dan keselamatan atlet.

“Penyelenggaraan kompetisi ini merupakan turnamen bulutangkis global yang sangat penting. Ini akan sangat bermanfaat untuk menggerakkan perekonomian negara dan juga membantu perkembangan industri olahraga Thailand, mendatangkan pendapatan bagi Thailand," lanjutnya.

"Mempromosikan pariwisata membangun kepercayaan pada potensi kesehatan masyarakat Thailand untuk mengendalikan, mengawasi, dan mengelola penyebaran COVID-19 serta hubungan masyarakat," tambahnya.

"Membuat reputasi dan citra Thailand yang bagus di mata dunia melalui siaran langsung kompetisi yang disiarkan ke seluruh dunia Yang memiliki penonton lebih dari 1 miliar rumah tangga yang akan menambah nilai ekonomi Thailand dalam jangka panjang," pungkasnya.

Sementara itu disisi lain, BWF tetap memutuskan untuk melanjutkan kompetisi Denmark Open 2020 sesuai jadwal yang telah dirilis sebelumnya yaitu pada tanggal 13 - 18 Okober di Odense, Denmark.

sumber : indosport.com 

BUNTUT PEMBATALAN PIALA THOMAS-UBER CUP, BULUTANGKIS EROPA DAN ASIA MENEGANG

22 September 2020 BUNTUT PEMBATALAN PIALA THOMAS-UBER CUP,  BULUTANGKIS EROPA DAN ASIA MENEGANG

Penundaan Piala Thomas dan Uber 2020 oleh BWF semakin berbuntut panjang karena menuai pro kontra dari negara di Eropa dan Asia.

Turnamen bulutangkis beregu paling bergengsi di dunia, Piala Thomas dan Uber 2020 akhirnya resmi ditunda. Keputusan ini diambil oleh BWF setelah Tarik-ulur yang berkepanjangan.

Turnamen Piala Thomas-Uber 2020 sedianya digelar pada 16-24 Mei di Aarhus, Denmark. Namun, terpaksa harus dijadwal ulang pada 15-23 Agustus karena pandemic COVID-19.

Ternyata, pandemi masih belum terkendali dan turnamen kembali diundur ke 3-11 Oktober. Menjelang September, para negara peserta pun optimistis turnamen bisa dilangsungkan dengan lancar meski dalam pengawasan ketat.

Bahkan, PBSI sampai menggelar simulasi Piala Thomas-Uber 2020. Namun, kabar mengejutkan datang dari Australia. Timnas bulutangkis negeri kangguru memutuskan mundur dari turnamen pada 9 September dengan alas an keamanan karena pandemic COVID-19.

Ternyata, mundurnya Australia ini juga diikuti oleh Chinese Taipei, Thailand, dan Korea Selatan. Turnamen piala Thomas edisi ke-31 dan Uber edisi ke-28 tahun ini pun terancam.

Meski begitu, BWF dan Federasi Bulutangkis Denmark (DBF), masih berusaha untuk menghidupkan semangat turnamen dengan mencari negara pengganti. Hongkong dan Singapura sempat diajak untuk berpartisipasi walau akhirnya ditolak.

 

Mundurnya Indonesia Pukulan Telak

Tak lama setelah kelima negara itu mundur, kabar lebih mengejutkan datang dari raksasa bulutangkis Asia dan dunia, Indonesia. Timnas bulutangkis Indonesia selaku salah satu unggulan juga menyatakan mundur.

Pada Jumat (11/09/20) lalu, tim bulutangkis Indonesia lewat PBSI diketahui telah resmi mengumumkan kalau mereka memutuskan untuk menarik diri dari kompetisi Piala Thomas - Uber 2020 dengan alasan masih mengutamakan kesehatan.

PBSI mengatakan bahwa para atlet dan ofisial ragu untuk ambil bagian karena tidak ada jaminan dari BWF apabila ada anggota tim yang terjangkit virus corona.

Keputusan Indonesia pun menjadi pukulan telak bagi pihak Denmark maupun BWF. Apalagi, sampai menjelang pendaftaran akhir 18 September, belum ada tanda-tanda dari China maupun Jepang.

Akhirnya, pada Selasa (15/09/20), BWF resmi menunda pergelaran Piala Thomas dan Uber 2020. Keputusan tersebut diambil setelah sejumlah tim peserta manarik diri dari TOTAL BWF Thomas dan Uber Cup Finals dan putaran Eropa dari HSBC BWF World Tour," tulis pernyataan BWF.

 

Eropa dan Asia Menegang?

Meski disambut baik oleh Indonesia dan sejumlah negara lainnya, namun penundaan ini mengundang kritikan dan sinisme dari pihak sebagian pihak di Denmark. Media setempat menyebut pemain Asia egois karena mementingkan diri sendiri. Anggapan ini lebih tepatnya datang dari salah satu legenda bulutangkis setempat, Jim Laugesen.

Dari banyaknya kritikan yang dilancarkan Jim Laugesen, salah satunya ia menyebut bahwa seharusnya BWF meniru apa yang dilakukan oleh olahraga lain seperti salah satunya tenis yang mampu menggelar turnamen sebesar Grand Slam dengan ada atau tidak adanya pemain top yang terlibat.

Jim Laugesen juga menyebut kalau pemain dan negara-negara Asia egois karena hanya memikirkan kepentingan pribadi. Ditundanya Piala Thomas - Uber 2020 juga berbuntut pada pembatalan Denmark Masters dan tidak jelasnya kelanjutan Denmark Open.

Menanggapi kritikan dari legenda bulutangkis Denmark, Jim Laugesen, Sekjen BWF angkat suara soal kritikan yang ramai dilayangkan kepada negara dan pemain Asia akibat ditundanya Piala Thomas - Uber 2020.

"Situasi Covid-19 di Denmark memang sudah sedikit jauh lebih baik, namun ternyata itu tak cukup meyakinkan negara Asia untuk mau bepergian jauh apalagi ke Eropa," tambahnya.

Media China, Aiyuke, juga ikut singgung kerugian yang dialami Denmark usai Piala Thomas - Uber resmi ditunda oleh BWF.  Kerugian tersebut melingkupi persiapan mereka dalam sumber daya manusia dan protokol kesehatan karena turnamen ditunda sampai tiga kali.

Belum lagi usaha para bintang Denmark yang sudah berusaha mengajak para pemain Asia bermain. Padahal, Piala Thomas-Uber dianggap bisa menjadi awal dimulainya kompetisi bulutangkis dunia.

 

Sumber : indosport.com