Kisah Ganda Putri Ukraina Hidup Nomaden Demi Main Badminton

14 June 2022 Kisah Ganda Putri Ukraina Hidup Nomaden Demi Main Badminton

Menetap di suatu tempat tanpa harus berpindah-pindah menjadi impian bagi semua orang. Tapi hal itu tidak bisa dilakukan ganda Ukraina Mariia Stoliarenko/Yelyzaveta Zharka.

Serangan Rusia ke Ukraina yg terjadi selama beberapa bulan belakangan berdampak pada keduanya.

"Kami tinggal di Kharkiv yg dekat dg Rusia. Kota kami masih dibom sampai saat ini, jadinya tidak mungkin tinggal di sana. Tempat latihan badminton juga hancur," kata Zharka ketika ditemui di Mixzone, Selasa (14/6/2022).

Sejak Maret, kami berpindah-pindah di Negara Eropa lain, lalu kami berkompetisi di Thailand. Kami berlatih di Thailand dan kemudian ikut kompetisi di negara-negara Asia," lanjutnya.

Keduanya menjelaskan bahwa tak mudah utk membangun fokus & mental selama perang di negaranya.

"Tentu sangat sulit fokus di badminton. Ada satu titik di Februari ketika kehidupan kami terhenti tiba-tiba karena perang. Saat itu, kami tidak memikirkan masa depan, tapi bagaimana caranya terhindar dari serangan bom," tuturnya.

"Sekarang kami hanya fokus kepada bulutangkis. Saya berharap bisa kembali ke Ukraina, tapi jika tetap di sana kami akan sulit untuk tetap positif dan fokus," ujarnya.

Bukan Olahraga Favorit

Di Ukraina sendiri, bulutangkis bukan lah olahraga favorit. Tapi Mariia Stoliarenko/Yelyzaveta Zharka tetap memilih olahraga tepok bulu sebagai jalan kariernya.

"Menurut saya ketika Anda sudah cinta bulutangkis sejak kecil maka tidak bisa berhenti. Saya sudah bermain sejak usia sekolah dan kami terus ingin mengembangkan bulutangkis di Ukraina," kata Stoliarenko seraya diamini Zharka.

"Ini adalah mimpi saya untuk bisa menembus level Eropa. Kami ingin tembus peringkat 40 besar dunia dan terus meningkatkan peringkat," lanjut pemain yang kini berada di ranking 68 dunia.

"Siapa yang tahu kondisi akan separah kami. Kami berharap kemerdekaan untuk negara kami. Saat ini kami sendiri, keluarga kami di Ukraina," Zharka seraya diamini Stoliarenko.

Dikutip: detikcom