Syabda, Ikhsan, Christian dkk Kurang Jam Terbang, Ini Tanggapan Pelatih Tunggal Putra Indonesia

27 November 2022 Syabda, Ikhsan, Christian dkk Kurang Jam Terbang, Ini Tanggapan Pelatih Tunggal Putra Indonesia

Indonesia memiliki tunggal putra lapis kedua. Mereka adalah Syabda Perkasa Belawa, Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay, Christian Adinata, dan Bobby Setiabudi.

Mereka belum mendapat banyak kesempatan berlaga pada turnamen BWF World Tour. Dari empat pemain lapis kedua, hanya Syabda Perkasa Belawa yang tahun ini meraih gelar pada Malaysia International Series.

Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay dan Christian Adinata tampil pada Australian Open 2022 yang masuk BWF World Tour Super 300, tetapi belum berhasil melangkah lebih jauh.

Ikhsan dan Christian mengatakan bahwa mereka minim pengalaman bertanding pada turnamen level tinggi.

Pelatih tunggal putra, Irwansyah, menanggapi hal tersebut dengan merencanakan pemain lapis kedua untuk meningkatkan level mereka agar bisa mendekati Anthony, Jonatan, Christie, Shesar Hiren Rhustavito, dan Chico Aura Dwi Wardoyo.

"Rencana saya juga begitu. Pemain lapis dua ini saya paksa untuk mengejar, jadi levelnya tu secepatnya mau dinaikkan," kata Irwansyah kepada media, di pelatnas Cipayung, Jakarta Timur.

"Mudah-mudahan tahun depan ranking yang mereka miliki bisa membuat mereka masuk turnamen level 300 dan 100 ke atas. Empat ini (Anthony, Jonatan, Shesar, dan Chico) sudah di atas. Tetapi, pemain bawah mau mengejar rivalnya tetap bagus," ucap Irwansyah.

"Pandemi Covid-19 membuat mereka jadi kurang jam terbang. Kalau pemain kurang jam terbang akan sulit beradaptasi dengan situasi di lapangan pertandingan atau lampu di lapangan. Berbeda dengan kejuaraan level Challenge, series dengan turnamen Super 300 ke atas."

"Situasinya saja berbeda. Mereka harus terbiasa. Insha Allah kedepannya kami buat semaksimal mungkin,"

"Kalau laporan ke saya, kenapa kalah? aduh masih beban. Jadi dari situ ke depan saya kasih tahu, mainnya harus lebih lepas karena kualitas permainan mereka sudah bisa mengimbangi pemain level atas juga,"

"Tinggal pola pikir saja. Semua karena pola pikir salah jadi tidak bagus. Kalau biasa saja, itu yang harus diperbaiki dari cara berpikir, jangan terbebani sendiri," tutup Irwansyah.

#bulutangkis #badminton

Dikutip: bolasport.com